![]() |
| Gambar Ilustrasi Kebun Kopi dan Sawit - genkebun.com |
Jakarta, GENKEBUN.COM – Pertanian Indonesia mencatat pertumbuhan 4,93 persen pada triwulan III-2025, menunjukkan lonjakan signifikan dibanding periode sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh permintaan domestik yang kuat dan produktivitas tanaman pangan.
Sektor perkebunan tumbuh 4,56 persen, terutama ditopang produksi sawit dan kopi. Sementara peternakan naik 6,51 persen akibat permintaan ayam dan telur untuk program MBG. Produksi pangan utama juga mencatat kenaikan, dengan tanaman pangan tumbuh 9,94 persen, berkat produktivitas padi.
Secara umum, ekonomi Indonesia menunjukkan pemulihan yang stabil. Aktivitas lintas sektor mulai bergerak positif, termasuk manufaktur, perdagangan, dan jasa. Hal ini mencerminkan fondasi ekonomi yang lebih kokoh dibandingkan triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi indikator penting bagi sektor pertanian.
“Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen," ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari laman indonesia.go.id, Selasa (09/12/2025).
Kenaikan permintaan domestik turut menggerakkan distribusi dan harga komoditas pangan relatif stabil. Produktivitas pertanian yang meningkat juga memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung pertumbuhan sektor perkebunan.
“Ekonomi kita pulih cepat dan stabil. Indonesia cukup resilien, meski dunia masih diliputi ketidakpastian,” kata Purbaya.
Peningkatan produksi sawit dan kopi menjadi motor pertumbuhan sektor perkebunan. Aktivitas pengolahan dan ekspor komoditas ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap pendapatan nasional dan stabilitas ekonomi daerah.
Peternakan dan produksi pangan ternak juga mencatat pertumbuhan signifikan, dengan ayam dan telur untuk program MBG mengalami peningkatan permintaan. Hal ini mendukung rantai pasok pangan nasional serta aktivitas ekonomi desa.
“Dengan seluruh sektor berada di zona positif, perekonomian nasional semakin solid dan terus menunjukkan ketahanan yang kuat,” ujar Purbaya.
Sektor pertanian secara keseluruhan mencerminkan sinergi antara produksi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Lonjakan angka pertumbuhan 4,93 persen menjadi penanda keberhasilan pemulihan ekonomi dari sisi pertanian.
Pertanian tetap menjadi fondasi penting bagi kestabilan ekonomi Indonesia. Aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi sektor ini terus menjadi perhatian pemerintah maupun pelaku usaha.(*)

Social Footer