Breaking News

Kementan Dorong Hilirisasi 14 Komoditas, Serap Hingga 8,6 Juta Tenaga Kerja

Ilustrasi Perkebunan - genkebun.com

Jakarta, GENKEBUN.COM – Kementerian Pertanian mendorong penguatan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi transformasi ekonomi nasional, mencakup pengolahan komoditas unggulan dari hulu ke hilir untuk meningkatkan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja.

Kebijakan tersebut dijalankan melalui pengembangan industri pengolahan di dekat sentra produksi, sekaligus memperkuat keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pertanian nasional yang terintegrasi.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP), Minggu (28/12/2025), Kementerian Pertanian menyiapkan hilirisasi 14 komoditas strategis dengan potensi serapan hingga 8,6 juta tenaga kerja nasional.

Nilai investasi program hilirisasi dan transformasi pertanian tersebut mencapai Rp371 triliun, dengan fokus pada pembangunan fasilitas pengolahan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar domestik maupun global.

Komoditas yang masuk dalam agenda hilirisasi meliputi kelapa sawit, kelapa, tebu, kakao, kopi, lada, pala, jambu mete, dan gambir, yang selama ini menjadi tulang punggung sektor perkebunan nasional.

Hilirisasi kelapa sawit diarahkan pada pengembangan produk turunan bernilai tambah, sementara kelapa dikembangkan untuk produk virgin coconut oil dan santan guna memperluas peluang industri berbasis bahan baku lokal.

Pada sektor pangan dan perkebunan lainnya, hilirisasi kakao, kopi, dan tebu difokuskan pada peningkatan kapasitas pengolahan agar hasil produksi tidak lagi didominasi penjualan bahan mentah.

Kementerian Pertanian menilai pengembangan industri pengolahan di sekitar wilayah produksi dapat memperpendek rantai distribusi, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat struktur ekonomi perdesaan berbasis komoditas unggulan.

Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga diposisikan sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan perekonomian dan persaingan produk impor pada sektor pangan dan perkebunan.

Secara keseluruhan, strategi hilirisasi pertanian mencakup integrasi produksi, pengolahan, dan pemasaran komoditas unggulan nasional guna meningkatkan nilai tambah serta mendukung pengelolaan sumber daya pertanian berkelanjutan.(*)

-----

Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, selengkapnya disini: https://www.google.com/genkebun.


Type and hit Enter to search

Close