Breaking News

Kunci Peningkatan Produktivitas Kopi Arabika di Java Coffee Estate melalui Replanting

Sumber: holding-perkebunan.com

Jakarta, GENKEBUN.COM – Java Coffee Estate (JCE) di Bondowoso berhasil meningkatkan produktivitas kopi Arabika melalui program replanting yang terencana, pemanfaatan teknologi modern, dan adaptasi standar ekspor internasional sepanjang kuartal pertama 2025.

Program replanting dilakukan sejak 2021 hingga 2025, mencakup 1.200 hektare atau 80 persen dari target total 1.500 hektare. Langkah ini bertujuan memperbaiki produktivitas dan memperpanjang siklus produksi kopi Arabika.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan strategi ini fokus pada peremajaan tanaman menggunakan bibit unggul dan penerapan teknologi berbasis data. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan perkebunan.

“Kami sadari bahwa keberlanjutan adalah kunci dalam upaya mengembalikan kejayaan legenda kopi Jawa di pasa global. Untuk itu, program replanting ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu memperpanjang siklus produksi kopi di perkebunan,” ujar Jatmiko Santosa, dikutip dari laman PTPN III, Jumat (12/12/2025).

Sepanjang kuartal pertama 2025, JCE mengekspor 127 ton kopi Arabika ke berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Saudi Arabia, dan Norwegia. Nilai ekspor Inggris tercatat mencapai Rp6,5 miliar.

Amerika menjadi importir kedua terbesar dengan total impor 36.000 kilogram kopi Arabika JCE, senilai Rp4,3 miliar. Sementara Saudi Arabia dan Norwegia bersama-sama mengekspor 38.400 kilogram dengan valuasi Rp4,5 miliar.

Jatmiko menambahkan bahwa seluruh capaian ini dijadikan contoh bagi pengembangan perkebunan kopi lainnya di Indonesia. Program ini diharapkan menularkan praktik terbaik pada petani kopi di berbagai daerah.

“Apa yang telah kita lakukan di sini akan kita jadikan role model. Kita akan tularkan best practices ini ke para petani kopi di Indonesia. Sehingga nantinya tidak hanya JCE dan PTPN saja sejahtera, tapi seluruh petani kopi Indonesia akan merasakan nikmatnya dari hasil bertani kopi ini,” ujarnya.

Program replanting juga didukung sistem evaluasi berbasis drone dan Geographic Information System (GIS) untuk memetakan areal produktif dan non-produktif. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan.

Produktivitas JCE tercatat 409 kilogram per hektare untuk komoditas green bean dan 2.470 kilogram per hektare untuk komoditas kopi cherry. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program replanting dan teknologi yang diterapkan.

Selain peningkatan produktivitas, JCE berhasil mencatat laba bersih Rp6,51 miliar sepanjang Januari–April 2025, dengan target tahunan mencapai Rp33,36 miliar, meningkat dari Rp32 miliar pada 2024.

KSO PTPN IV PalmCo dengan PTPN I SupportingCo mencakup total lahan 3.530,77 hektare. Investasi ini membawa pengelolaan perkebunan berbasis teknologi, manajemen biaya terstruktur, dan organisasi yang lebih ramping, sehingga mendukung keberhasilan program replanting.(*)

-----

Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, selengkapnya disini: https://www.google.com/genkebun.


Type and hit Enter to search

Close