Breaking News

Kutim Kembangkan Industri Serat Nanas Batu Ampar Menuju Pasar Global

Ilustrasi Petani Nanas - genkebun.com

Kutim, GENKEBUN.COM - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai merancang pengembangan industri hilir berbasis nanas di Dusun Nanas, Desa Batu Ampar, untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menembus pasar global.

Fokus pengembangan utama adalah industri serat nanas yang dihasilkan dari limbah daun. Strategi ini bertujuan mendorong olahan nanas menjadi bahan baku tekstil ramah lingkungan serta produk bernilai tinggi.

Bupati Kutim, Ardiansyah, menekankan pentingnya hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan membuka peluang ekspor.

“Ke depan kita ingin petani tidak hanya menjual buah nanas, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari olahannya. Bahkan limbah daunnya bisa dimanfaatkan menjadi serat nanas untuk bahan baku tekstil,” ujar Ardiansyah, dikutip dari laman Pro Kutim, Selasa (30/12/2025).

Pengembangan industri ini direncanakan mulai berjalan pada 2026. Pemerintah daerah menyiapkan dukungan teknis dan pendampingan bagi pelaku usaha agar proses produksi berjalan sesuai standar.

Selain serat, Pemkab Kutim juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis olahan nanas. Produk seperti selai dan dodol diupayakan dapat bersaing di pasar modern regional maupun nasional.

Bupati Ardiansyah menambahkan potensi pasar global untuk produk serat nanas sangat menjanjikan dan sudah menarik perhatian investor luar negeri.

“Potensinya sangat besar. Bahkan sudah ada ketertarikan dari luar negeri, termasuk dari Jerman. Ini peluang besar bagi Kutim untuk masuk ke pasar global berbasis ekonomi hijau,” ujarnya.

Pemkab Kutim menekankan pentingnya kualitas dan legalitas produk agar dapat diterima di pasar modern. Dukungan pemerintah meliputi sertifikasi dan izin usaha bagi pelaku UMKM.

“Kualitas harus dijaga, mulai dari bahan baku hingga proses produksi. Pemerintah daerah akan mendampingi agar produk UMKM memiliki izin dan standar yang dibutuhkan sehingga bisa bersaing di pasar modern,” katanya.

Langkah hilirisasi ini diproyeksikan meningkatkan kesejahteraan petani nanas dan memperkuat struktur ekonomi lokal melalui pengembangan industri berkelanjutan.

Dusun Nanas di Batu Ampar memiliki karakteristik nanas unik yang tidak ditemukan di daerah lain, sehingga menjadi modal strategis untuk pengembangan industri serat nanas dan olahan bernilai tambah.

Produk serat nanas yang dihasilkan dapat diolah menjadi benang dan kain, menyesuaikan permintaan pasar domestik maupun internasional, sekaligus mendukung strategi ekonomi hijau Kabupaten Kutai Timur.(*)

-----

Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, selengkapnya disini: https://www.google.com/genkebun.

Type and hit Enter to search

Close