Breaking News

Ini 4 Komoditas Perkebunan Indonesia yang Masuk Skema Bebas Tarif Impor Amerika Serikat

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ambassador Jamieson Greer menghadiri pertemuan perdagangan resiprokal di Washington D.C Selasa (23/12/2025). (Foto: Kementerian Koordinator Perekonomian RI)

Washington D.C, GENKEBUN.COM – Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati substansi perundingan perdagangan resiprokal yang membuka skema bebas tarif impor bagi empat komoditas perkebunan nasional.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang dirundingkan sejak April 2025, mencakup minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh sebagai produk ekspor unggulan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pendekatan yang digunakan pemerintah Indonesia dalam proses perundingan perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat hingga tercapai titik temu kedua negara.

“Kuncinya adalah balance. Kita sampaikan mana isu-isu yang menjadi concern utama kepentingan Indonesia. Begitu juga sebaliknya, kita dengarkan pandangan dari AS. Kita cari jalan tengahnya,” ujar Airlangga Hartarto, dikutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (23/12/2025).

Dalam perjanjian ini, Indonesia memberikan akses pasar bagi produk Amerika Serikat serta membahas isu hambatan non-tarif, perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial.

Sebagai timbal balik, Amerika Serikat memberikan pengecualian tarif impor bagi produk Indonesia yang tidak diproduksi di dalam negeri Amerika Serikat, termasuk komoditas perkebunan strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan hasil pertemuan resmi dengan United States Trade Representative (USTR) yang membahas penyelesaian isu utama dalam dokumen ART.

“Kami telah melaksanakan pertemuan dengan Ambassador Jamieson Greer (USTR), dan Alhamdulillah pembahasan berjalan sangat baik, sehingga dapat menyepakati secara substansi, isu-isu yang termuat dalam dokumen ART,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut menjadi puncak pembahasan teknis yang berlangsung cukup panjang dan melibatkan berbagai isu strategis perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Menko Airlangga juga memaparkan rencana lanjutan setelah substansi ART disepakati oleh kedua pihak dan memasuki proses legal scrubbing pada Januari 2026.

“Diharapkan sebelum akhir bulan Januari 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump sudah dapat menandatangani secara resmi dokumen ART di White House, Washington DC,” katanya.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Indonesia dan Amerika Serikat menerbitkan pernyataan bersama yang menurunkan tarif resiprokal Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Pertemuan lanjutan tim teknis kedua negara dijadwalkan berlangsung di Washington D.C pada pekan kedua Januari 2026 untuk merapikan aspek hukum dan finalisasi dokumen ART.(*)

-----

Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, selengkapnya disini: https://www.google.com/genkebun.


Type and hit Enter to search

Close