![]() |
| Foto: BRIN |
Bandung, GENKEBUN.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan penerapan mekatronika cerdas dan smart farming. Penandatanganan berlangsung di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, Senin (22/12/2025).
Kerja sama ini difokuskan pada riset dan penerapan teknologi pertanian cerdas serta biosistem, pemanfaatan sumber daya manusia, pertukaran data dan pengetahuan, serta pengembangan sarana prasarana penelitian.
Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Yanuandri Putrasari, menyampaikan sambutan yang mengapresiasi kolaborasi dengan FTP UGM. Ia menekankan pentingnya pertemuan ini bagi pengembangan riset mekatronika pertanian.
“Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk bertemu dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Riset Mekatronika Cerdas dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Saya mengucapkan selamat datang di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun yang menjadi home base Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, termasuk di dalamnya Pusat Riset Mekatronika Cerdas,” ujar Yanuandri Putrasari, dikutip dari laman BRIN, Rabu (31/12/2025).
Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas luaran riset PRMC, serta mendorong pengembangan teknologi pertanian yang aplikatif dan berkelanjutan. Program ini juga mencakup pengembangan kompetensi mahasiswa melalui penelitian dan pendidikan.
Selain itu, kerja sama memungkinkan pertukaran tenaga ahli, penyelenggaraan seminar, workshop, serta publikasi ilmiah bersama. PRMC dan UGM berkomitmen memanfaatkan fasilitas laboratorium secara optimal untuk mendukung penelitian.
Lilik Sutiarso, Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, menjelaskan ruang lingkup kerja sama secara keseluruhan, termasuk berbagai kegiatan penelitian dan pendidikan.
“Ruang lingkup kerja sama ini meliputi riset penerapan mekatronika cerdas pada teknologi pertanian (smart farming) dan biosistem, pemanfaatan tenaga ahli, pertukaran data dan pengetahuan, pemanfaatan bersama sarana dan prasarana riset, penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama, serta penyusunan draf kekayaan intelektual dan publikasi ilmiah,” ujarnya.
Lilik Sutiarso menambahkan, kolaborasi ini penting untuk memperkuat kompetensi teknis di bidang pertanian dan biosistem, seiring tren teknologi cerdas dan teknologi lanjut yang berkembang di sektor pertanian.
“Kami berada di bidang teknologi pertanian, namun dalam aspek teknis kami masih membutuhkan pendampingan dan kolaborasi untuk memperkuat kompetensi agriculture dan biosystem engineering. Terlebih dengan tren smart technology dan advanced technology, kerja sama dengan BRIN menjadi sangat penting. Harapan kami, ke depan dapat terbangun sinergi antara program-program di UGM dengan riset yang dikembangkan di BRIN,” katanya.
Usai penandatanganan, rombongan UGM mengunjungi sejumlah fasilitas riset di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, termasuk Laboratorium Instrumentasi Cerdas, Laboratorium Dinamika dan Kontrol, Laboratorium Biomekatronika, serta Workshop Robotika dan Laboratorium Autonomous.
Kegiatan kunjungan ini sekaligus menjadi sarana pemanfaatan fasilitas riset secara bersama, yang bertujuan mendukung penelitian, pendidikan, dan pengembangan teknologi pertanian berbasis mekatronika cerdas di Indonesia.
-----
Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, selengkapnya disini: https://www.google.com/genkebun.

Social Footer