Ilustrasi menanam bibit kelapa - genkebun.com
Halmahera Utara, GENKEBUN.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan program hilirisasi industri kelapa nasional di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai ekspor melalui pengolahan produk turunan kelapa.
Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp10 triliun guna mendukung penyediaan bibit unggul secara gratis. Skema ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui optimalisasi komoditas perkebunan di wilayah sentra produksi.
Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menjelaskan potensi kenaikan devisa negara yang sangat signifikan apabila seluruh hasil panen kelapa nasional diproses melalui jalur industri hilir.
“Saat ini ekspor kelapa kita bernilai sekitar Rp24 triliun per tahun. Jika dihilirisasi secara maksimal, nilainya bisa melonjak hingga 50-100 kali lipat, mencapai Rp1.000 triliun atau lebih. Ini adalah visi besar Presiden yang sedang kita wujudkan,” ujar Andi Amran Sulaiman, dikutip dari laman Kementan RI, Senin (12/01/2026).
Transformasi Nilai Ekonomi
Data Kementerian Pertanian menunjukkan harga kelapa mentah hanya berkisar Rp3.000 per butir. Namun, melalui pengolahan menjadi coconut milk atau coconut water, nilai ekonominya meroket hingga mencapai rentang Rp40.000 sampai Rp50.000.
Hilirisasi tersebut memberikan dampak instan terhadap pendapatan petani di perdesaan. Transformasi dari pengiriman bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tinggi menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka kemiskinan nasional.
Mentan memberikan apresiasi khusus terhadap pengiriman produk olahan PT NICO dari Maluku Utara ke Tiongkok. Ia menilai pencapaian tersebut membuktikan bahwa daerah mampu bersaing di pasar global secara mandiri.
“Kerennya, ekspor ini berasal dari Maluku Utara. Kita tidak lagi mengirim bahan mentah, tapi produk olahan. Ini adalah langkah bersejarah yang dimulai dari daerah,” ungkap Amran Sulaiman dengan nada optimis.
Perluasan Lahan Perkebunan
Pemerintah menjadwalkan pengembangan 10 ribu hektare kebun kelapa baru di wilayah Maluku Utara pada tahun 2026. Proyek ini menjadi pilot percontohan bagi kabupaten lain di seluruh wilayah Indonesia ke depannya.
“Di Halmahera Utara akan ada 5 ribu hektare, sisanya di kabupaten lain. Ini gratis untuk petani. Jika berhasil, kita akan tambah lagi,” jelas Mentan di hadapan para pemangku kepentingan daerah.
Beberapa poin penting dalam strategi penguatan sektor kelapa nasional meliputi:
- Penyediaan bibit unggul gratis melalui tambahan anggaran Rp10 triliun.
- Pembangunan 10.000 hektare lahan perkebunan baru secara bertahap.
- Peningkatan serapan industri lokal yang saat ini mencapai 76 persen.
Saat ini, Maluku Utara memiliki 158.953 hektare lahan produktif dengan total produksi mencapai 1,02 miliar butir per tahun. Pemerintah menjamin akses pupuk dan permodalan guna menyokong keberlangsungan industri tersebut.(*)
-----
Penulis: Maya Anggita
Editor: Nuha Nur Rifa
Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, disini: www.google.com/genkebun.com.

Social Footer