Breaking News

Harga Benih Meroket, Petani Wortel di Karanganyar Keluhkan Biaya Produksi


Ilustrasi Wortel - genkebun.com

Kanganyar, GENKEBUN.COM – Para petani wortel di wilayah Kabupaten Karanganyar kini menghadapi tekanan berat akibat cuaca ekstrem yang memicu kegagalan pembibitan mandiri serta lonjakan harga benih di pasaran.

Kondisi cuaca yang didominasi hujan intensitas tinggi menyebabkan proses persemaian terganggu. Hal ini memaksa para pekebun mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli benih pabrikan guna memulai kembali masa tanam.

Seorang petani di lereng Gunung Lawu, Tukimin, menjelaskan kendala teknis yang dialami para pembudidaya hortikultura. Minimnya paparan sinar matahari menjadi faktor utama bibit lokal miliknya gagal tumbuh dengan sempurna.

"Kalau kondisi cuaca tidak menentu seperti ini, sangat berimbas pada hasil wortel. Soalnya kalau tidak ada panas bibit wortel tidak jadi, sehingga kami terpaksa beli benih wortel dengan harga yang tidak murah," ujar Tukimin, dikutip dari laman karanganyar kab, Kamis (08/01/2026).

Beban Biaya Operasional

Kenaikan biaya produksi ini tidak dibarengi dengan harga jual yang kompetitif di tingkat pengepul. Fenomena tersebut menciptakan celah kerugian yang semakin lebar bagi para petani kecil di wilayah tersebut.

Selain faktor benih, biaya sewa lahan juga menjadi variabel pengeluaran yang signifikan. Petani harus memutar otak agar modal yang dikeluarkan bisa kembali meski margin keuntungan menipis drastis.

Tukimin memaparkan perbandingan angka yang mencolok antara biaya operasional dan pendapatan yang diterima. Ia merasa nilai jual wortel saat ini sangat rendah jika dibandingkan dengan total modal awal.

“Dengan mahalnya harga benih itu, sangat tidak imbang dengan pengeluaran yang kami keluarkan, itu belum ditambah harga sewa lahan yang per 1.000 meter mencapai Rp 500.000. Sedangkan harga wortel per kilonya hanya Rp 3.000,” tuturnya.

Respon Pemerintah Daerah

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar mengonfirmasi ketersediaan skema bantuan bagi petani terdampak. Pihak dinas meminta para petani aktif melapor agar bantuan bisa segera disalurkan tepat sasaran.

Kepala Dispertan PP Karanganyar menyampaikan ketersediaan stok bantuan logistik pertanian untuk mendukung pemulihan produksi. Upaya ini mencakup penyediaan obat-obatan pelindung tanaman serta benih unggul bagi kelompok tani.

“Kami sudah siapkan bantuan, obat-obatan, benih, jadi kalau ada petani yang mengaku tidak ada bantuan, itu mungkin karena berada di tempat yang belum terjamah oleh kami. Jadi laporan dulu, nanti kami bantu,” ungkapnya.

Data lapangan menunjukkan komoditas wortel merupakan salah satu andalan ekonomi sektor perkebunan dan hortikultura di Karanganyar. Saat ini, koordinasi antar-penyuluh lapangan ditingkatkan untuk memantau titik-titik lahan yang mengalami gagal semai.

-----

Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, selengkapnya disini: https://www.google.com/genkebun.

Penulis: Musyafana
Editor: Arsad Ddin

Type and hit Enter to search

Close