Jakarta, GENKEBUN.COM – Indonesia resmi mencapai swasembada jagung setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering sepanjang 2025 menembus angka 16,11 juta ton dengan kadar air 14 persen.
Capaian tersebut melampaui angka konsumsi nasional yang berada pada kisaran 15,64 juta ton. Surplus sebesar 0,47 juta ton ini memperkuat stok pangan nasional dan mengakhiri ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa ketersediaan stok cadangan nasional saat ini berada dalam posisi yang sangat aman untuk tahun depan.
“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” ujar I Gusti Ketut Astawa, dikutip dari laman Badanpangan, Senin (12/01/2026).
Surplus dan Rencana Ekspor
Kekuatan produksi domestik membuat pemerintah memproyeksikan stok carry over dari 2025 menuju 2026 mencapai 4,5 juta ton. Jumlah ini setara dengan pemenuhan kebutuhan nasional selama hampir tiga bulan ke depan.
Selain mencukupi pasar domestik, kualitas jagung petani yang semakin membaik membuka peluang perdagangan internasional. Pemerintah memperkirakan Indonesia mampu melakukan ekspor jagung sebesar 52,9 ribu ton pada periode tahun 2026.
I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan rasa bangga atas capaian para produsen jagung di berbagai daerah. Ia menilai stabilitas pasokan saat ini merupakan bukti nyata dari peningkatan produktivitas lahan perkebunan petani.
“Ini menunjukkan kerja keras petani kita membuahkan hasil. Produksi jagung nasional semakin solid, dan pemerintah akan memastikan hasil panen terserap dengan baik,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama di Jakarta.
Perlindungan Harga Petani
Guna menjaga kesejahteraan petani, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru melalui Keputusan Kepala Bapanas Nomor 216 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk melindungi para petani dari fluktuasi harga pasar yang merugikan serta menjamin penyerapan hasil panen secara maksimal.
“Ini menunjukkan kerja keras petani kita membuahkan hasil. Produksi jagung nasional semakin solid, dan pemerintah akan memastikan hasil panen terserap dengan baik,” imbuhnya menirukan poin keberhasilan sektor pertanian dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
HPP jagung pipilan kering di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram. Sementara itu, untuk harga di gudang Perusahaan Umum (Perum) Bulog ditetapkan Rp 6.400 per kilogram dengan standar kualitas tertentu.
Fakta Utama Neraca Jagung Nasional:
- Total Produksi 2025: 16,11 Juta Ton.
- Total Konsumsi 2025: 15,64 Juta Ton.
- Stok Cadangan (Carry Over): 4,5 Juta Ton.
- Target Produksi 2026: 18 Juta Ton.
Pemerintah juga menyalurkan 51,2 ribu ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi guna menjamin kelancaran ketersediaan pakan ternak.(*)
-----
Penulis: Avrianna Zulfa R.
Editor: Nuha Nur Rifa
Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, disini: www.google.com/genkebun.com.

Social Footer