![]() |
| Petugas Karantina Sulawesi Selatan melakukan pemeriksaan fisik komoditas tepung kelapa di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. (Foto: Barantin Sulsel) |
Makassar, GENKEBUN.COM – Sebanyak 18 ton tepung kelapa atau desiccated coconut asal Sulawesi Selatan resmi diberangkatkan menuju Aqaba, Yordania, melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menggunakan kapal KM Sinar Pajajaran V.
Pengiriman komoditas perkebunan ini mencatatkan nilai transaksi sebesar USD 29.466 atau setara Rp450 juta lebih. Petugas Karantina Sulawesi Selatan memastikan seluruh muatan memenuhi standar internasional sebelum kontainer disegel secara resmi.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menjelaskan, pendampingan terhadap eksportir menjadi prioritas utama instansi. Langkah tersebut bertujuan menjaga citra komoditas Indonesia di pasar dunia melalui pemeriksaan fisik dan dokumen yang ketat.
"Kami telah menugaskan petugas Karantina untuk melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen secara mendalam di lokasi pemuatan," ujar Sitti, dikutip dari laman Barantin Sulsel, Kamis (15/01/2026).
Sitti menambahkan bahwa pengawasan sistematis di lokasi pemuatan sangat krusial. Hal ini berfungsi meminimalisir risiko penolakan (rejection) serta menjamin kualitas barang yang dikirim ke negara tujuan tetap terjaga dengan baik.
"Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa komoditas tepung kelapa ini benar-benar sehat, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), serta memenuhi standar kualitas yang diminta oleh negara tujuan," ujarnya.
Layanan sertifikasi yang cepat dan akuntabel kini diperkuat oleh pihak Karantina. Upaya ini bertujuan agar produk olahan tepung kelapa asal Sulawesi Selatan memiliki daya saing tinggi saat bersaing di pasar internasional.
Berikut adalah rincian fakta ekspor tepung kelapa tersebut:
- Volume muatan: 18 ton.
- Negara tujuan: Yordania (Pelabuhan Aqaba).
- Nilai ekspor: USD 29.466 (lebih dari Rp450 juta).
- Sarana angkut: Kapal KM Sinar Pajajaran V.
Keberhasilan menembus pasar Yordania menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pengawasan ketat secara preventif dilakukan untuk menjaga reputasi komoditas ekspor asal Sulawesi Selatan di kancah perdagangan dunia secara konsisten.
Pemerintah menargetkan volume pengiriman komoditas turunan kelapa dari wilayah ini meningkat sepanjang tahun 2026. Langkah tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas pengolahan produk perkebunan di tingkat lokal agar lebih bernilai tambah.
Pemeriksaan dokumen dilakukan secara mendalam untuk memastikan kesesuaian persyaratan teknis negara tujuan. Petugas memastikan tidak ada kontaminasi organisme pengganggu tumbuhan karantina pada komoditas olahan yang akan dikirim melalui jalur laut tersebut.
Ekspor ini merupakan bagian dari rangkaian pengiriman produk unggulan daerah yang dikawal langsung oleh Badan Karantina Indonesia. Fokus utama terletak pada kelancaran arus barang serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan tumbuhan internasional.(*)
-----
Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, disini: www.google.com/genkebun.com.

Social Footer