![]() |
| Ilustrasi Tanaman Kecombrang - genkebun.com |
Jakarta, GENKEBUN.COM –
Tanaman kecombrang atau Etlingera elatior terbukti memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Selain menjadi penyedap masakan, bunga eksotis ini efektif mengatasi masalah aroma tubuh atau bau badan secara alami. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia merilis data mengenai kandungan mineral penting dalam tanaman ini. Kecombrang kaya akan kalsium, fosfor, serta kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan nutrisi serta mendukung fungsi organ tubuh. Berdasarkan publikasi medis, tanaman anggota keluarga Zingiberaceae ini memiliki daya tarik visual pada bunga yang cantik. Masyarakat sudah sejak lama memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman, mulai dari bunga, daun, hingga batangnya. Laman resmi Kemenkes menjelaskan bahwa bunga kecombrang berfungsi sebagai campuran bahan makanan yang kaya rasa. Sementara itu, bagian daun sering menjadi olahan sayur, dan batangnya efektif memberikan aroma segar pada masakan daging. Pelindung Sel dan Antikanker Kandungan senyawa flavonoid dalam kecombrang berperan aktif dalam mencegah kerusakan sel jaringan tubuh. Senyawa ini menghasilkan efek antioksidan yang kuat untuk menangkal radikal bebas yang memicu munculnya berbagai penyakit kronis. Paparan radikal bebas berlebih dapat menyebabkan kondisi stres oksidatif yang berbahaya bagi kesehatan. Konsumsi kecombrang secara rutin membantu menekan risiko penyakit berat seperti diabetes, gangguan jantung, hingga pertumbuhan sel kanker. Sifat antikanker pada tanaman ini bekerja dengan cara memperlambat kerusakan akibat pertumbuhan sel abnormal. Kecombrang membatasi perkembangan sel tidak terkendali yang berpotensi menjadi tumor ganas di dalam sistem jaringan tubuh manusia.
Kekuatan Antibakteri Alami
Penelitian dari Fakultas Pertanian Universitas Riau mengungkap bahwa ekstrak batang kecombrang mengandung zat antibakteri alami. Zat tersebut memiliki kemampuan luar biasa dalam menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri penyebab infeksi pada kulit dan organ.
Dua jenis bakteri yang berhasil dihambat pertumbuhannya adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Khasiat ini menjadikan kecombrang sebagai alternatif pengobatan tradisional yang aman dan efisien bagi masyarakat luas di tanah air.
- Sifat Antioksidan: Menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif.
- Sifat Antibakteri: Melawan infeksi bakteri E. coli dan S. aureus.
- Sifat Antikanker: Menghambat pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh.
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Kemenkes memastikan kegunaan kecombrang sebagai penghilang bau badan. Manfaat tersebut berasal dari kandungan zat aktif utama yang tersimpan di dalam jaringan tanaman.
Zat aktif seperti saponin, polifenol, dan flavonoid bekerja secara sinergis menciptakan aroma segar pada tubuh. Penggunaan kecombrang secara tradisional terbukti tetap relevan sebagai solusi alami di tengah maraknya produk kimia modern saat ini.(*)
-----
Penulis: Al Anuha
Editor: Nuha Nur Rifa
Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, disini: www.google.com/genkebun.com.

Social Footer