Breaking News

Sinergi Akademisi dan Industri, UGM Gandeng Fuji Oil Bangun Ekosistem Kakao di Jawa Tengah

(Foto:UGM)

Yogyakarta, GENKEBUN.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Fuji Oil Group guna membangun ekosistem komoditas kakao yang berkelanjutan melalui integrasi riset akademisi dan kebutuhan industri manufaktur global di Yogyakarta, Jumat (03/04/2026).

Kolaborasi ini memfokuskan pengembangan pada wilayah Jawa Tengah sebagai sentra produksi kakao unggulan. Pihak universitas menyediakan basis riset teknologi pertanian, sementara mitra industri berperan sebagai penyerap hasil panen dengan standar kualitas internasional yang tinggi.

Rektor UGM menjelaskan bahwa keberhasilan sektor perkebunan nasional sangat bergantung pada keterhubungan antara berbagai pemangku kepentingan. Pengetahuan ilmiah dari kampus harus teraplikasikan secara nyata pada lahan milik petani agar produktivitas meningkat secara masif.

“Pengembangan kakao berkualitas tinggi dan berkelanjutan di Indonesia membutuhkan pendekatan terpadu yang menghubungkan pengetahuan ilmiah, keterlibatan industri, partisipasi petani, dan dukungan kelembagaan,” ujar Rektor, dikutip dari laman UGM, Jumat (03/04/2026).

Pihak Fuji Oil memberikan penekanan pada aspek kesejahteraan produsen di tingkat tapak. Perusahaan manufaktur pangan ini memandang akses modal serta bantuan teknis sebagai instrumen utama untuk memastikan rantai pasok bahan baku tetap terjaga.

“Bagi kelompok petani, inisiatif ini menyediakan akses ke bahan tanam yang lebih baik, bantuan teknis berkelanjutan, dan hubungan yang lebih kuat dengan pasar, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan mata pencaharian yang lebih stabil,” ujarnya menjelaskan.

  • Penyediaan bibit kakao varietas unggul tahan hama.

  • Pelatihan pengolahan pascapanen sesuai standar industri pangan.

  • Jaminan pembelian hasil panen petani oleh mitra industri.

Langkah konkret sinergi ini meliputi pendirian laboratorium lapangan di beberapa kabupaten di Jawa Tengah. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat edukasi bagi para petani untuk mempelajari sistem budi daya tanaman kakao yang ramah lingkungan.

Perwakilan pemerintah daerah menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan program pengentasan kemiskinan di perdesaan. Pertumbuhan ekonomi lokal dapat terpacu melalui optimalisasi lahan perkebunan yang selama ini belum tergarap secara maksimal oleh warga.

“Kolaborasi ini mendukung tujuan pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi pedesaan, dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan,” ungkap perwakilan pemerintah daerah saat memberikan sambutan resmi pada acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

Data statistik menunjukkan potensi pasar cokelat dunia masih mengalami kekurangan pasokan bahan baku berkualitas. UGM mengambil peran melalui pengembangan bioteknologi untuk menciptakan tanaman kakao yang memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim ekstrem di masa depan.

Kerja sama ini dijadwalkan berlangsung selama lima tahun ke depan dengan evaluasi rutin setiap semester. Seluruh pihak berupaya memastikan ekosistem perkebunan ini mampu menghasilkan produk kakao premium yang kompetitif pada pasar dunia.(*)

Type and hit Enter to search

Close