Breaking News

Waspada Hama Padi Gogo, Ancaman Mulai Mengintai Sejak Usia Dua Minggu

Gambar Ilustrs Padi Terkena Hama- GENKEBUN.COM

Sabang, GENKEBUN.COM – Budidaya padi gogo di lahan kering wilayah Sabang kini menghadapi tantangan besar akibat serangan berbagai jenis hama yang muncul sejak fase awal pertumbuhan, Kamis (05/02/2026).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Pangan (Dinas Pangan) Sabang, Widia, memetakan risiko kerusakan yang berpotensi terjadi mulai dari persemaian hingga periode menjelang panen.

Widia merinci bahwa gangguan organisme pengganggu tumbuhan tersebut melibatkan beberapa spesies utama yang sangat merugikan petani. Ia menjelaskan waktu spesifik dimulainya serangan tersebut kepada awak media setempat.

“Pada fase awal tanam, padi gogo sudah berpotensi diserang hama, terutama ulat dan serangga pemakan daun. Serangan biasanya mulai terjadi sejak tanaman berusia dua hingga tiga minggu,” ujar Widia, dikutip dari rri.co.id, Kamis (05/02/2026).

Setelah melewati fase awal, ancaman berpindah ke bagian dalam jaringan tanaman. Hama penggerek batang mulai aktif merusak saat padi gogo memasuki usia pertumbuhan satu hingga dua bulan.

Serangan penggerek batang ini berakibat fatal karena menyebabkan helai daun menguning secara mendadak. Jika tidak tertangani, tanaman akan mati sebelum sempat memasuki fase generatif atau masa pembuahan.

Berikut adalah daftar hama utama yang wajib diwaspadai oleh para petani padi gogo:

  • Ulat grayak dan serangga pemakan daun.

  • Hama penggerek batang.

  • Wereng penghisap cairan batang.

  • Tikus perusak malai.

“Selain itu, wereng juga sering menyerang pada fase vegetatif hingga generatif karena menghisap cairan batang padi. Serangan wereng dapat menurunkan produktivitas tanaman secara signifikan,” kata Widia menambahkan penjelasannya.

Efek serangan wereng ini tidak hanya merusak fisik batang, tetapi juga menghambat distribusi nutrisi ke seluruh bagian tumbuhan. Akibatnya, pengisian bulir padi menjadi tidak sempurna atau hampa.

Saat tanaman memasuki masa pembungaan, jenis gangguan berubah menjadi serangan fisik dari hewan pengerat. Tikus menjadi ancaman paling serius yang merusak batang serta malai pada lahan terbuka.

Area persawahan yang tidak memiliki sistem drainase atau pematang bersih menjadi lokasi favorit bagi tikus. Kerusakan akibat tikus seringkali terjadi secara masif dalam waktu singkat di malam hari.

Deteksi dini melalui pengamatan rutin menjadi langkah teknis yang wajib dilakukan setiap hari. Pengendalian hama terpadu (PHT) efektif menjaga kestabilan populasi musuh alami di ekosistem lahan kering tersebut.

Dinas Pangan Sabang mencatat bahwa sinkronisasi pola tanam dapat memutus siklus hidup hama wereng. Penggunaan varietas tahan hama juga menjadi faktor pendukung keberhasilan panen padi gogo tahun ini.(*)


Type and hit Enter to search

Close