Jakarta, GENKEBUN.COM – Masyarakat mulai memburu komoditas jahe dan temulawak seiring meningkatnya curah hujan awal tahun ini. Ramuan herbal tersebut menjadi pilihan utama untuk menjaga kesehatan tubuh dari serangan penyakit musiman.
Peningkatan konsumsi rimpang terjadi di berbagai daerah karena cuaca ekstrem yang memicu flu serta demam. Para pedagang pasar tradisional melaporkan kenaikan permintaan bahan jamu segar guna memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga harian.
Pakar Kesehatan, Inggrid Tania menjelaskan khasiat mendalam dari konsumsi rutin tanaman obat keluarga tersebut. Menurutnya, kandungan aktif dalam jahe memiliki peran krusial bagi sistem pertahanan tubuh manusia saat menghadapi cuaca dingin.
"Semua bersifat meningkatkan imunitas atau daya tahan atau kekebalan tubuh. Juga menghangatkan tubuh, juga membantu meredakan demam atau meriang, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau agak sesak nafas." ujar dr Inggrid Tania, dikutip dari laman TBNews, Jum'at (09/01/2026).
Pemanis Alami dan Nutrisi Seimbang
Selain jahe, penggunaan temulawak dan kunyit juga jamak ditemukan dalam racikan minuman hangat. Bahan-bahan ini mengandung senyawa kurkumin yang berfungsi sebagai antiinflamasi alami serta mampu melindungi fungsi hati secara optimal.
Langkah pengolahan yang tepat sangat menentukan efektivitas zat aktif di dalamnya. Masyarakat disarankan mencuci bersih rimpang dan menggunakan air mendidih untuk mengekstrak aroma serta kandungan manfaat secara sempurna dan higienis.
Dr inggrid Tania memaparkan penggunaan pemanis tambahan yang memberikan nilai lebih bagi kesehatan. Ia menyarankan kombinasi bahan alami lain agar rasa minuman herbal menjadi lebih nikmat dan kaya akan khasiat tambahan.
"Jadi kalau kita membuat ramuan herbal, misalnya pemanisnya kita bisa pakai madu karena madu tidak hanya sebagai pemanis tapi juga mempunyai khasiat. Dan produk herbal jadi juga banyak yang berbasis madu yang di dalamnya misalnya dicampur juga dengan jahe, kunyit, kencur, peppermint misalnya," jelasnya.
Selain mengandalkan jamu, pola makan harian tetap memegang peranan vital dalam menjaga kebugaran. Asupan gizi yang lengkap menjadi pondasi utama agar tubuh tidak mudah tumbang saat terpapar virus flu di lingkungan.
Terkait hal tersebut, dr Inggrid mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari pangan cepat saji. Keseimbangan nutrisi antara vitamin, mineral, dan makronutrisi lainnya harus terjaga dengan baik setiap hari demi kesehatan jangka panjang.
"Sebetulnya kebanyakan vitamin dan mineral itu bisa kita penuhi dari makanan sehari-hari. Sepanjang misalnya kita memilih makanan bergizi seimbang di mana lebih banyak porsi sayur dan buah. Tapi tetap juga kita perlu protein, misalnya lemak juga perlu sedikit dan karbo juga perlu secukupnya. Jadi jangan kita misalnya konsumsi makanan instan, fast food, ya itu sudah pasti kita tidak akan bisa menjaga diri dari flu kalau kita makan seperti itu." ungkapnya.
Data dari pusat pasar induk menunjukkan stok jahe emprit dan jahe merah masih mencukupi kebutuhan nasional. Harga di tingkat petani terpantau stabil meski terdapat tantangan distribusi akibat kendala cuaca di beberapa jalur utama.(*)
---
Penulis: Nuha Nur Rifa
Editor: Arsad Ddin

Social Footer