
(Foto: Protak Kemlu- Genkebun.com)
Australia, GENKEBUN.COM – Industri kopi nasional kembali memperkuat penetrasi pasar internasional melalui partisipasi dalam ajang Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026 yang berlangsung di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC), Australia.
Kehadiran Paviliun Indonesia dalam pameran kopi terbesar di kawasan Asia-Pasifik tersebut bertujuan meningkatkan nilai perdagangan serta memperkenalkan keberagaman variitas kopi unggulan dari berbagai wilayah produsen di tanah air secara luas.
Dilansir dari laman Protal Kemlu, Sabtu (04/04/2026), nilai ekspor kopi Indonesia ke Victoria mencapai AUD 9,77 juta pada periode Juli 2024 hingga September 2025 dengan dominasi komoditas berupa biji kopi mentah.
Pertumbuhan nilai perdagangan ini didorong oleh implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang menjadi fondasi kuat dalam mempererat hubungan ekonomi serta memperluas akses pasar bagi produk pertanian premium.
Paviliun Indonesia menghadirkan tiga produsen di bawah naungan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), yakni GravFarms Indonesia, Canaya Geothermal Coffee Producers, serta Bang Raden Coffee yang membawa karakteristik rasa khas masing-masing.
Dukungan sektor industri strategis turut memperkuat representasi nasional melalui penampilan Papua Black Gold Coffee sebagai kopi spesialti Arabika asal Papua Pegunungan yang difasilitasi oleh kemitraan bersama perusahaan tambang berskala global.
Rincian produk dan inovasi yang ditampilkan dalam ajang MICE 2026 mencakup berbagai varietas serta teknologi pengolahan pascapanen yang menjadi daya tarik utama bagi para pembeli internasional di Melbourne sebagai berikut:
Varian Kamojang Sigarar Utang dengan metode geothermal wash.
Kopi Lini S795 Sigarar Utang melalui proses dry hull-washed.
Kalemago Fine Canephora yang diproses secara alami.
Inisiatif material berkelanjutan dari limbah kopi oleh Bell Living Lab.
Kehadiran pusat inovasi Bell Living Lab menjadi bukti nyata penguatan ekonomi sirkular dalam ekosistem perkebunan nasional karena mampu mengolah limbah produksi menjadi produk bernilai tambah untuk furnitur maupun interior.
Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan mitra lokal Australia melalui inisiatif Indonesian House of Beans guna mempercepat serapan produk kopi premium ke kafe-kafe ternama di wilayah Melbourne dan sekitarnya.
Partisipasi dalam sesi Trip to Origin memungkinkan para pelaku usaha memperkenalkan profil perusahaan serta melakukan kegiatan cupping untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kualitas rasa kopi Arabika typica kepada pengunjung global.
Selain pameran produk, delegasi Indonesia mengikuti serangkaian program edukasi seperti Coffee Owners Education Series dan Global Coffee Report Leaders Symposium guna memahami standar keberlanjutan serta tren konsumsi kopi dunia masa kini.
Total perdagangan barang dan jasa antara kedua negara mengalami lonjakan signifikan dari AUD 13,3 miliar pada tahun 2020 menjadi AUD 31,3 miliar pada penghujung tahun 2025 sesuai data statistik ekonomi terbaru.
Target capaian transaksi pada partisipasi tahun ini diproyeksikan mampu melampaui hasil tahun sebelumnya yang mencatatkan 53 potensi transaksi perdagangan dengan akumulasi nilai ekonomi mencapai lebih dari AUD 2,39 juta.
Social Footer