![]() |
| (Foto: Kabar UBB- Genkebun.com) |
Bangka, GENKEBUN.COM – Universitas Bangka Belitung (UBB) menyelenggarakan seminar hasil penelitian kolaborasi internasional bersama peneliti Fulbright asal Amerika Serikat untuk memulihkan lahan bekas tambang timah menggunakan limbah sawit, Sabtu (14/03/2026).
Peneliti Fulbright, David R. Holdridge, memaparkan efektivitas berbagai perlakuan limbah kelapa sawit terhadap kondisi tanah tailing serta pertumbuhan tanaman serai wangi di Kampus Terpadu Balunijuk, Kabupaten Bangka.
David menjelaskan bahwa riset selama sembilan bulan ini bertujuan mencari solusi praktis bagi pemulihan ekosistem lahan terganggu melalui pemanfaatan produk sampingan industri perkebunan yang melimpah di wilayah tersebut.
“Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong eksplorasi lanjutan sekaligus mempromosikan pentingnya ilmu dan praktik reklamasi lahan terganggu,” ujar David, dikutip dari laman Kabar UBB, Sabtu (14/03/2026).
Metode penelitian mencakup pengumpulan data lapangan yang komprehensif serta pengujian laboratorium terhadap berbagai komposisi media tanah guna memastikan tingkat kesuburan optimal bagi vegetasi yang ditanam di area bekas tambang.
Kerja sama ini melibatkan mitra peneliti lokal, Eddy Nurtjahya, guna menyelaraskan teknik ilmiah global dengan karakteristik lingkungan spesifik di Bangka Belitung agar hasil restorasi lahan memberikan dampak maksimal.
Fakta penting dalam agenda diseminasi akademik tersebut antara lain:
Penelitian berfokus pada tanaman serai wangi sebagai komoditas rehabilitasi.
Pemanfaatan limbah kelapa sawit berfungsi sebagai pembenah struktur tanah.
Diskusi melibatkan pakar dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).
Program ini menandai perayaan 75 tahun kehadiran American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) di Indonesia.
“Kegiatan penelitian ini memberi saya pengalaman langsung dalam memahami konteks lokal sekaligus memperkaya sudut pandang akademik. Saya berharap hasil riset ini dapat memberikan kontribusi nyata dan membuka peluang kolaborasi lanjutan,” kata David.
Sekretaris LPPM UBB, Eva Prasetyono, menilai kemitraan dengan organisasi internasional sangat krusial bagi dosen dan peneliti guna meningkatkan performa akademik serta mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi tahun ini.
Direktur Eksekutif AMINEF, Sandra Hamid, juga mengajak mahasiswa memanfaatkan peluang beasiswa riset Fulbright yang kini menyediakan skema pengembangan kurikulum melalui pengajuan proposal kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi lintas negara.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Devi Valeriani, mengapresiasi kontribusi peneliti asing tersebut karena menciptakan ruang dialog ilmiah yang mempercepat proses internasionalisasi riset di lingkungan kampus biru.
Seminar yang berlangsung di Balai Besar Peradaban ini turut disiarkan secara daring melalui platform Zoom serta kanal YouTube UBB TV agar jangkauan informasi hasil riset menjangkau masyarakat luas.
Pihak universitas berencana menindaklanjuti temuan David R. Holdridge dengan menyusun panduan teknis reklamasi yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan tambang maupun masyarakat pemilik lahan kritis di seluruh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(*)

Social Footer