![]() |
| (Foto: BRMP- Genkebun.com) |
Baggai, GENKEBUN.COM – Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten Banggai pada Selasa (24/03/2026) guna membangun pusat benih kelapa unggul lokal.
Pembangunan Kebun Sumber Benih Kelapa Bido tersebut diproyeksikan selesai pada tahun 2028 sebagai langkah strategis untuk menyediakan bibit berkualitas tinggi yang dapat diakses secara mudah oleh para pekebun di Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dinas TPHP) Kabupaten Banggai, Drs. Subhan Lanusi, M.P., memaparkan kondisi objektif luasan lahan serta hambatan teknis yang selama ini menghambat produktivitas komoditas kelapa.
"Kabupaten Banggai memiliki potensi perkebunan kelapa yang besar dengan luasan sekitar 57.000–58.000 hektar, namun dalam pengembangannya masih menghadapi beberapa kendala.” ujar Subhan, dikutip dari laman BRMP, Selasa (24/03/2026).
Kerja sama teknis ini dikawal langsung oleh Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Palma (BRMP Palma) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang memiliki kewenangan dalam memvalidasi kualitas genetik materi tanaman palma nasional.
Langkah ini selaras dengan program prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) yang berfokus pada penguatan hilirisasi komoditas perkebunan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat perdesaan melalui ketersediaan sarana produksi unggul.
Kepala BRMP Perkebunan, Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, M.Si., menyatakan bahwa kehadiran pusat benih di wilayah Sulawesi Tengah akan memperpendek rantai logistik bibit yang selama ini menjadi beban biaya tambahan bagi para petani.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat mengatasi permasalahan benih dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas perkebunan di Kabupaten Banggai," jelas Subhan Lanusi mengenai dampak positif jangka panjang bagi sektor pertanian daerah.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemanfaatan varietas Kelapa Bido memiliki keunggulan pada postur pohon yang relatif pendek sehingga memudahkan proses pemanenan serta memiliki ukuran buah yang lebih besar dibandingkan varietas biasa.
Implementasi proyek strategis ini mencakup beberapa poin krusial sebagai berikut:
Penyiapan lahan kebun induk seluas puluhan hektar.
Seleksi pohon induk untuk menjamin kemurnian varietas Bido.
Pelatihan teknis pembibitan bagi tenaga kerja lokal.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya konservasi plasma nutfah Sulawesi Tengah agar kekayaan genetik lokal tetap terjaga dan mampu bersaing dengan komoditas serupa di pasar internasional melalui standar kualitas yang ketat.
Inisiatif pembangunan pusat benih mandiri ini akan mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan bibit dari luar pulau sehingga stabilitas tanam dapat terjaga meskipun terjadi dinamika pada jalur distribusi logistik antarprovinsi di Indonesia.
Penandatanganan dokumen PKS tersebut menandai dimulainya fase perencanaan teknis dan pengadaan lahan yang melibatkan tim ahli dari BRMP Palma serta pendampingan administratif dari dinas terkait guna menjamin transparansi pengelolaan anggaran pembangunan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai mengalokasikan sumber daya pendukung untuk memastikan infrastruktur jalan menuju lokasi pusat benih dapat memadai sehingga proses distribusi bibit kepada kelompok tani dapat berlangsung efektif dan efisien.(*)

Social Footer