Breaking News

Pulihkan Ekologi Ciater, 40.500 Benih Teh Mulai Hijaukan Blok Hegarmanah hingga Cisaat



(Foto: Ilustrasi- Genkebun.com)

 Indonesia, GENKEBUN.COM – Upaya revitalisasi ekosistem di kawasan Kebun Teh Ciater melalui penanaman puluhan ribu benih teh kini mulai memasuki tahap pemeliharaan intensif guna mengembalikan fungsi lahan serta menjaga peran konservasi lingkungan.

Langkah pemulihan vegetasi ini mencakup area yang luas, mulai dari Blok Hegarmanah, Blok Dayang Sumbi, Blok Walagri, Blok Stanplat, hingga area di sekitar Blok Gunung Cinta serta Blok Cisaat secara bertahap.

Dilansir dari laman Humas Dinas Perkebunan Jawa Barat (Disbun Jabar), Selasa (24/03/2026), sebanyak 40.500 benih teh telah berhasil ditanam pada titik-titik strategis di kawasan Ciater sebagai bagian dari program pemulihan fungsi ekologis secara berkelanjutan.

Program ini bertujuan mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukan awal sebagai area perkebunan teh yang mampu menyangga kualitas lingkungan, sekaligus memulihkan keseimbangan alam yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi secara signifikan.

Proses pemeliharaan tanaman menjadi agenda utama saat ini agar pertumbuhan bibit berjalan optimal. Para petugas melakukan berbagai tindakan teknis untuk memastikan kelangsungan hidup benih yang telah tertanam di seluruh blok.

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan oleh tim teknis di lapangan meliputi beberapa langkah krusial sebagai berikut:

  • Penyiangan gulma untuk membersihkan lahan dari rumput liar serta ilalang.

  • Pembersihan sisa batuan yang menghambat akar.

  • Pembuatan rorak sebagai wadah aplikasi pupuk organik.

Aplikasi nutrisi tambahan juga dilakukan menggunakan pupuk daun produksi Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung. Penggunaan pupuk spesifik ini bertujuan mendukung pertumbuhan fase vegetatif tanaman agar lebih kuat.

Aspek perlindungan tanaman dilakukan melalui penyemprotan metabolit sekunder Agen Pengendali Hayati (APH) Cair. Produk ini merupakan hasil produksi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perlindungan Perkebunan guna mengendalikan serangan hama secara alami.

Keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek ini. Penyerapan tenaga kerja berbasis Hari Orang Kerja (HOK) memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi warga yang tinggal di sekitar kawasan Ciater.

Data serapan tenaga kerja selama dua tahun terakhir menunjukkan tren partisipasi aktif masyarakat lokal:

  • Tahun 2025 tercatat menyerap 652 HOK.

  • Tahun 2026 tercatat menyerap 582 HOK.

  • Total keseluruhan hingga Februari 2026 mencapai 1.234 HOK.

Capaian angka serapan kerja hingga minggu kedua Februari 2026 menunjukkan besarnya skala perawatan yang dibutuhkan untuk menjaga ribuan benih teh tersebut agar tetap tumbuh hijau di tengah tantangan iklim yang dinamis.

Melalui perawatan rutin dan penggunaan teknologi pengendalian hayati, area bekas lahan terbuka kini perlahan berubah menjadi hamparan hijau yang mampu menjalankan fungsi hidrologis serta mencegah potensi erosi di masa depan.

Revitalisasi ini mengintegrasikan kepentingan pemulihan alam dengan kebutuhan sosial melalui penciptaan lapangan kerja. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fungsi ekologi kawasan Ciater secara jangka panjang dan mandiri.

Penyelesaian tahap penanaman di Blok Cisaat menandai berakhirnya fase awal penghijauan kembali. Fokus kerja selanjutnya bergeser sepenuhnya pada pengawasan pertumbuhan serta pemupukan berkala untuk menjamin tanaman teh mencapai usia produktif secara sempurna.(*)

Type and hit Enter to search

Close