Breaking News

Produksi Beras Januari 2026 Naik 38,56 Persen, Capai 1,75 Juta Ton

(Foto: Ilustrasi- Genkebun.com)

Indonesia, GENKEBUN.COM – Produksi beras nasional pada Januari 2026 tercatat mencapai 1,75 juta ton, mengalami kenaikan signifikan sebesar 38,56 persen dibandingkan periode Januari 2025 yang hanya berada pada angka 1,26 juta ton.

Peningkatan drastis ini menjadi indikator positif kinerja produksi pangan nasional di awal tahun. Capaian tersebut sekaligus memperkuat stabilitas ketahanan pasokan beras bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia guna menghadapi kebutuhan konsumsi domestik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, memaparkan data tersebut dalam evaluasi perkembangan produksi padi nasional pada Senin (22/03/2026). Beliau menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh membaiknya kinerja panen petani.

Pihak otoritas statistik memberikan rincian angka perbandingan produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat secara terbuka. Data ini menunjukkan pertumbuhan volume produksi yang setara dengan konsumsi nasional dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya.

“Sejalan dengan gambaran produksi padi tersebut, produksi yang setara dengan beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada bulan Januari tahun 2026 sebesar 1,75 juta ton atau meningkat 38,56 persen jika dibandingkan dengan Januari 2025 yang nilainya 1,26 juta ton,” ujar Ateng, dikutip dari laman Kementan, Minggu (22/03/2026).

Potensi produksi beras untuk periode Februari hingga April 2026 diperkirakan mencapai angka 12,23 juta ton. Maka secara kumulatif, total proyeksi produksi beras nasional sepanjang empat bulan pertama tahun ini menyentuh 13,98 juta ton.

Pada sisi hulu, produksi padi Januari 2026 tercatat sebesar 3,04 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini meningkat pesat dari pencapaian periode Januari tahun lalu yang berjumlah 2,20 juta ton GKG.

Beberapa rincian proyeksi luas panen dan produksi padi nasional hingga April 2026 adalah sebagai berikut:

  • Luas panen padi periode Januari hingga April 2026 diproyeksikan mencapai total 4,48 juta hektare.

  • Potensi produksi padi Februari sampai April 2026 diperkirakan menyentuh volume 21,24 juta ton GKG.

  • Gabungan total produksi padi empat bulan awal tahun 2026 diproyeksikan sebesar 24,28 juta ton GKG.

Kinerja produksi padi nasional didorong oleh perkembangan luas panen yang mencapai 0,57 juta hektare pada bulan pertama. Potensi luas panen terbesar sepanjang kuartal pertama tahun ini masih terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa.

Secara spesifik, Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten menjadi sentra utama konsentrasi panen. Kondisi serupa terjadi di Pulau Sumatera yang mengandalkan Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, serta Aceh.

Di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, potensi panen terpusat di Sulawesi Selatan serta Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara untuk wilayah Pulau Kalimantan, konsentrasi luas panen padi berada di Provinsi Kalimantan Barat.

Data ketersediaan pangan awal tahun ini memberikan landasan kuat bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Seluruh proyeksi produksi didasarkan pada perhitungan luas lahan dan performa produktivitas rata-rata di lapangan.(*)

Type and hit Enter to search

Close