Breaking News

Petani Desa Trukan Wonogiri Buktikan Keunggulan Padi Hibrida Pahisa 08, Batang Kokoh dan Tahan Wereng

 

(Foto: Jateng.prov- Genkebun.com)

Wonogiri, GENKEBUN.COM – Para petani di Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri sukses membuktikan kualitas benih unggul melalui agenda Panen Raya Padi Hibrida Varietas Pahisa 08 pada Kamis (26/03/2026).

Kegiatan produktif tersebut mencakup luas lahan tanam mencapai 296 hektare dengan proyeksi hasil panen yang fantastis menembus angka 3.400 ton guna mendukung ketersediaan stok pangan di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, memberikan apresiasi tinggi atas capaian produktivitas tanaman yang menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap gangguan organisme pengganggu tumbuhan.

“Varietas ini dinilai memiliki potensi hasil tinggi serta ketahanan yang cukup baik terhadap beberapa serangan hama dan penyakit, sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi padi di Kabupaten Wonogiri,” ujar Defrancisco, dikutip dari laman Jateng.prov, Kamis (26/03/2026).

Benih varietas hibrida unggul tersebut secara teknis memiliki struktur batang yang kokoh serta malai panjang dengan jumlah bulir mencapai lebih dari 300 unit pada setiap malainya di lapangan.

Beberapa poin keunggulan utama dari padi Pahisa 08 yang ditemukan di lokasi panen Desa Trukan antara lain:

  • Ketahanan terhadap serangan hama wereng batang cokelat dan penyakit hawar daun.

  • Tekstur beras yang pulen disertai aroma khas saat diolah menjadi nasi.

  • Tingkat adaptabilitas yang sangat baik pada berbagai jenis kondisi tanah dan lingkungan.

Keberhasilan panen raya ini merupakan hasil kerja keras kolektif yang melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, penyuluh pertanian lapangan, hingga kelompok tani setempat.

“Peran Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dalam pengawasan mutu benih turut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hasil panen,” tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto.

Camat Pracimantoro, Warsito, menyebutkan bahwa momentum ini menjadi motivasi besar bagi desa-desa di sekitarnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sinergi antara Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pracimantoro dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) memastikan pendampingan teknis kepada para petani berjalan optimal sepanjang masa tanam hingga proses pemanenan berakhir.

Penggunaan benih bersertifikat serta penerapan teknologi pertanian modern terbukti mampu meminimalkan risiko gagal panen sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani yang mengelola lahan di wilayah Pracimantoro tersebut.

Agenda panen simbolis dilakukan oleh jajaran pejabat pemerintah bersama masyarakat Desa Trukan sebagai wujud syukur atas keberhasilan pengelolaan komoditas pangan yang kini mampu memberikan hasil produksi maksimal.(*)

Type and hit Enter to search

Close