
(Foto: Ilustrasi- Genkebun.com)
Jakarta, GENKEBUN.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menetapkan target ambisius perluasan kawasan hilirisasi kelapa seluas 154 ribu hektare pada tahun 2026 sebagai upaya penguatan ekonomi perdesaan secara nasional.
Langkah strategis tersebut diambil guna mengatasi stagnasi produktivitas nasional yang saat ini berada pada kisaran 1,1 ton kopra per hektare per tahun akibat banyaknya tanaman tua serta keterbatasan benih unggul.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan mendalam mengenai urgensi keterpaduan pengelolaan komoditas perkebunan ini agar mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat tani di Indonesia.
“Kelapa adalah komoditas rakyat yang melibatkan jutaan petani. Pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, agar memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Amran, dikutip dari laman Kementan, Kamis (26/03/2026).
Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Abdul Roni Angkat, memaparkan fokus teknis kementerian dalam menangani masalah fisik kebun petani yang sudah tidak produktif melalui berbagai intervensi bantuan pemerintah di lapangan secara langsung.
“Pengembangan kelapa kami fokuskan pada peremajaan tanaman tua dan rusak, perluasan areal tanam baru, serta intensifikasi kebun melalui bantuan benih unggul bersertifikat dan sarana produksi pendukung,” jelas Roni saat memberikan keterangan pers.
Fakta data menunjukkan Indonesia memiliki luas areal lebih dari 3,3 juta hektare yang melibatkan 5,5 juta kepala keluarga petani, sehingga potensi agroklimat ini menjadi modal utama pengembangan berbasis korporasi.
Program hilirisasi ini mencakup pengembangan berbagai produk turunan yang bernilai tinggi di pasar global guna meningkatkan daya saing komoditas kelapa nasional di tengah persaingan ketat minyak nabati dunia saat ini.
Abdul Roni Angkat kembali memaparkan rencana jangka menengah pemerintah mengenai keberlanjutan perluasan kawasan yang akan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan kesiapan industri pengolahan serta kemitraan usaha dengan sektor swasta.
“Pada tahun 2027, pengembangan kawasan kelapa berbasis hilirisasi direncanakan dikembangkan lagi seluas 64.275 hektare, seiring dengan penguatan industri pengolahan dan kemitraan usaha,” ungkapnya saat menjelaskan peta jalan perkebunan nasional masa depan.
Beberapa produk turunan yang menjadi prioritas dalam skema hilirisasi kelapa nasional meliputi:
Minyak kelapa murni (VCO), santan, dan gula kelapa.
Nata de coco, arang briket, serta serat sabut.
Pemerintah memperkuat peran kelompok tani melalui fasilitasi akses pembiayaan serta penerapan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP) guna menjamin kualitas bahan baku bagi industri pengolahan dalam negeri.
Apakah Anda ingin saya membuatkan rincian wilayah sentra produksi kelapa yang akan menjadi prioritas lokasi hilirisasi pada tahun 2026 mendatang?
Social Footer