
(Foto: Pemerintah Kabupaten Aceh- Genkebun.com)
Aceh, GENKEBUN.COM – Petani di Gampong Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar mulai mengoptimalkan pengelolaan 200 hektare sawah tadah hujan guna mendongkrak produksi padi daerah pada Sabtu (04/04/2026).
Langkah strategis tersebut diambil sebagai solusi efektif dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur irigasi teknis, sekaligus mendukung agenda nasional pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan seluruh potensi lahan tersedia.
Nasri, perwakilan petani setempat, mengungkapkan bahwa manajemen pengairan yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan budidaya padi di lahan yang sangat bergantung pada fluktuasi curah hujan tahunan di wilayah Aceh.
“Kami berharap air bisa dikelola dengan baik, sawah tadah hujan ini sangat potensial untuk meningkatkan produksi padi. Disini hampir 98% masyarakat adalah petani. Namun tantangan kondisi lahan pertanian tadah hujan seperti ini, petani sering mengalami gagal panen jika air tidak dikelola dengan baik,” ujar Nasri, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Aceh, Sabtu (04/04/2026).
Data produktivitas pertanian di wilayah Aceh Besar menunjukkan angka rata-rata yang cukup stabil yakni antara lima hingga enam ton gabah kering panen per hektare pada setiap musim tanam berlangsung.
Berikut adalah beberapa fakta teknis terkait pengelolaan lahan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat petani di Gampong Maheng guna menjaga stabilitas pasokan pangan daerah secara berkelanjutan:
Pengelolaan lahan sawah tadah hujan seluas 200 hektare.
Penerapan sistem gotong royong dalam pembagian debit air.
Sinkronisasi jadwal tanam untuk meminimalkan risiko gagal panen.
Target produktivitas rata-rata mencapai 6 ton per hektare.
Semangat kerja sama antar petani menjadi faktor penentu dalam mengatur distribusi air yang terbatas, mengingat mayoritas mata pencaharian warga desa bergantung sepenuhnya pada hasil dari sektor agraris tersebut.
“Oleh karena itu, RSPO senang bergabung dengan FONAP sebagai anggota dan berharap dapat semakin memperkuat kerja sama untuk mendukung perusahaan dan memajukan rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan,” demikian pernyataan tertulis terkait standar global.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar kini menggencarkan program Luas Tambah Tanam (LTT) melalui sinergi antara penyuluh lapangan dan kelompok tani guna mengoptimalkan sisa lahan tidur yang belum tergarap maksimal.
Upaya ini mencakup penyediaan bantuan teknologi pertanian modern serta pelatihan manajemen risiko perubahan iklim bagi para petani agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, sektor pertanian di Aceh Besar diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan beras nasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan ekonomi para pelaku usaha tani pedesaan.
Gampong Maheng saat ini menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan swasembada pangan di Aceh karena memiliki luas hamparan sawah yang cukup luas dengan dukungan sumber daya manusia yang produktif.
Social Footer