Breaking News

Genjot Padi Gogo, Strategi Banten Amankan Stok Pangan Berkelanjutan

(Foto: Kementan- Genkebun.com)

Banten, GENKEBUN.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen Tanaman Pangan) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) Padi bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten, Minggu (15/03/2026).

Kegiatan strategis ini bertujuan melakukan percepatan peningkatan produksi padi di wilayah Banten. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan daerah guna mendukung stabilitas pasokan beras nasional secara luas.

Pemerintah berfokus memastikan setiap daerah menjalankan program prioritas nasional berupa swasembada berkelanjutan. Rakor tersebut menjadi instrumen evaluasi sekaligus perencanaan teknis bagi seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian di wilayah Provinsi Banten.

Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak strategis mulai dari Penanggung Jawab (PJ) Provinsi Banten hingga Balai Besar lingkup pertanian. Hadir pula perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menjelaskan bahwa peningkatan LTT merupakan langkah utama menjaga stabilitas produksi. Beliau memaparkan potensi besar pengembangan lahan padi gogo di tengah kondisi cuaca saat ini.

“Saat ini menanam padi gogo masih bisa dilakukan, karena masih turun hujan, tidak ada kemarau yang ektrim, sehingga potensi untuk bisa meningkatkan pertanaman padi gogo di wilayah Banten,” ujar Yudi, dikutip dari laman Kementan, Minggu (15/03/2026).

Pihak kementan mendorong pemanfaatan varietas lokal padi gogo agar dikembangkan secara maksimal oleh petani. Penanaman varietas ini diproyeksikan mampu menambah angka produksi padi secara signifikan bagi Provinsi Banten tahun ini.

Agenda rapat tersebut mencakup beberapa poin teknis guna memperkuat sektor pangan, di antaranya sebagai berikut:

  • Kebijakan dan strategi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) serta LTT.

  • Percepatan pencapaian target LTT Provinsi Banten periode Februari dan Maret 2026.

  • Akselerasi modernisasi pertanian guna mendukung percepatan tanam di lapangan.

  • Workshop penyusunan dan sinkronisasi target LTT bagi seluruh tingkat kabupaten dan kota.

Langkah konkret ini diambil sebagai tindak lanjut perintah Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Mentan menugaskan jajarannya memastikan swasembada berkelanjutan tercapai melalui optimalisasi potensi lahan pertanian yang tersedia.

Akselerasi modernisasi pertanian diimplementasikan sebagai alat pendukung utama bagi petani dalam mempercepat masa tanam. Sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan untuk memastikan akurasi pencapaian target produksi beras.

Peningkatan produksi di Banten dipastikan memberikan kontribusi nyata bagi total angka produksi nasional. Pola koordinasi serupa akan dilaksanakan pada provinsi-provinsi lain yang menjadi sentra produksi padi utama di Indonesia.

Pemerintah daerah kini memfokuskan pemanfaatan lahan kering melalui budi daya padi gogo yang tahan terhadap dinamika musim. Seluruh kabupaten dan kota di Banten telah menetapkan target luas tanam baru.(*)

Type and hit Enter to search

Close