![]() |
| Gambar Ilustrasi Perkebunan Kelapa- GENKEBUN.COM |
Natuna, GENKEBUN.COM – Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) menyelenggarakan sayembara pembasmian hama kelapa di Pulau Midai sejak 30 Januari hingga Rabu (04/02/2026) guna mengatasi penurunan drastis produktivitas perkebunan rakyat akibat serangan hewan liar.
Langkah ini menjadi jawaban atas keluhan para petani yang kesulitan mengendalikan populasi pengganggu tanaman. Serangan masif tersebut menyebabkan hasil panen komoditas utama masyarakat di wilayah pulau tersebut merosot sangat tajam.
Koordinator pemberi hadiah lomba, Endra Zulharianto, menjelaskan bahwa inisiatif muncul setelah melihat kondisi kebun warga yang kian memprihatinkan. Ia merinci jenis organisme pengganggu tumbuhan yang mendominasi kerusakan lahan di sana.
“Keluhan ini sudah dua tahun terakhir sangat dirasakan petani. Produktivitas kelapa turun hingga enam puluh persen karena serangan hama seperti tupai, kluwang, dan tikus,” ujar Endra, dikutip dari rri.co.id, Rabu (04/02/2026).
Pulau Midai merupakan sentra perkebunan dengan kelapa sebagai penopang ekonomi paling utama. Namun, ledakan populasi hama yang tidak terkendali merusak buah kelapa muda hingga menyebabkan gagal panen secara massal.
Terdapat beberapa poin krusial mengenai pelaksanaan sayembara pembasmian hama ini:
Peserta diperbolehkan menggunakan metode perangkap sikau dan senapan angin.
Area pembasmian mencakup seluruh wilayah perkebunan di Pulau Midai.
Pendaftaran peserta terbuka bagi masyarakat umum secara transparan.
Penanganan hama selama ini dinilai belum optimal sehingga populasi hewan pengerat dan mamalia terbang meningkat. Faktor keterbatasan sumber daya manusia di lapangan menjadi kendala utama dalam menjaga sanitasi lahan perkebunan.
“Rata-rata petani di sini sudah lansia, kemampuan dan peralatannya terbatas. Biasanya hanya dibantu anak-anak muda, itu pun belum maksimal,” jelas Endra Zulharianto mengenai kendala fisik yang dihadapi pemilik kebun.
Para petani lanjut usia seringkali tidak memiliki ketangkasan fisik untuk memanjat atau memasang perangkap secara rutin. Kehadiran pemuda setempat belum mampu mengimbangi kecepatan perkembangbiakan hama yang berlangsung secara masif.
Sayembara ini merupakan kegiatan terbuka perdana yang melibatkan peran serta komunitas hobi dalam isu agraris. Panitia mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahap pertama berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti.
Skema perlombaan ini bertujuan menekan angka populasi tikus, kluwang, dan tupai secara signifikan. Penggunaan metode yang bervariasi dari peserta mempermudah jangkauan pembersihan hama hingga ke titik-titik perkebunan yang sulit dijamah.
Partisipasi publik secara luas menjadi kunci utama untuk memulihkan kembali angka produksi kelapa yang hilang. Panitia mencatat peningkatan jumlah peserta yang terlibat guna memastikan hasil pembasmian mencapai target maksimal di seluruh desa.(*)

Social Footer