![]() |
| Dinas Pertanian dan Pangan Sabang meninjau lokasi budidaya padi gogo di lahan kering Kota Sabang pada Rabu (04/02/2026) - (Foto RRI.co.id) |
Sabang, GENKEBUN.COM – Kota Sabang membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan padi gogo sebagai tanaman pangan alternatif guna memperkuat stok ketersediaan beras di wilayah kepulauan pada akhir Januari 2026.
Karakter lahan kering dan kondisi geografis spesifik menjadi faktor utama pendorong budidaya tanaman ini. Karakteristik tersebut dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan tumbuh padi gogo yang tidak memerlukan pengairan intensif.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Sabang, Widia, memberikan penjelasan teknis mengenai kesesuaian lahan serta alasan mendasar pemilihan varietas padi lahan kering tersebut.
“Padi gogo tidak membutuhkan sawah berair seperti padi sawah, sehingga lahan kering di Sabang sangat mendukung. Hal ini menjadi salah satu alasan utama padi gogo dikembangkan,” ujar Widia, dikutip dari RRI.co.id, Rabu (04/02/2026).
Pemanfaatan lahan kering ini menjadi solusi efektif bagi para petani lokal di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan infrastruktur irigasi teknis untuk mengairi sawah konvensional secara merata.
Potensi budidaya juga didukung oleh ketersediaan suplai air alami dari curah hujan yang tergolong cukup memadai. Pola hujan di Sabang yang relatif merata membantu proses pertumbuhan tanaman secara optimal.
Berikut adalah beberapa fakta pendukung budidaya padi gogo di wilayah Sabang:
Kemampuan adaptasi tanaman sangat tinggi terhadap kondisi lingkungan lahan berbukit.
Ketersediaan lahan kering yang luas namun selama ini belum dimanfaatkan secara produktif.
Efisiensi biaya produksi karena tidak memerlukan pembangunan sistem irigasi khusus yang mahal.
“Selain itu, struktur tanah di Sabang umumnya masih subur dan mengandung unsur hara yang baik bagi pertumbuhan padi gogo. Kondisi ini memudahkan petani dalam proses budidaya,” jelas Kabid Distanpan Sabang.
Kandungan unsur hara yang terjaga meminimalkan kebutuhan pupuk kimia tambahan dalam skala besar. Kondisi tanah tersebut secara alami mempercepat proses vegetatif tanaman hingga memasuki fase panen yang menguntungkan.
Langkah pengembangan ini merupakan bagian dari program diversifikasi pangan daerah guna menciptakan kemandirian stok. Padi gogo mampu tumbuh stabil pada area perbukitan tanpa harus mengubah kontur lahan asli.
Pemerintah daerah memberikan dorongan kepada seluruh kelompok tani agar mengelola lahan tersedia secara maksimal. Fokus utama terletak pada keberlanjutan produksi pangan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat di pedesaan.
Ketahanan pangan di wilayah kepulauan menjadi prioritas utama guna mengantisipasi hambatan distribusi logistik dari luar daerah. Padi gogo kini menjadi komoditas strategis bagi masa depan sektor pertanian Sabang.(*)

Social Footer