Breaking News

Bertahan di Atas Rp3.000, Harga TBS Sawit Bengkulu Utara Kokoh Jelang Ramadan

Petani sawit di Kabupaten Bengkulu Utara mengumpulkan hasil panen berkualitas tinggi untuk dikirim ke pabrik kelapa sawit pada Rabu (04/02/2026) - (Foto RRI.co.id)


Bengkulu Utara, GENKEBUN.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara terpantau kokoh di atas level Rp3.000 per kilogram pada akhir Januari 2026 sebagai sinyal positif ekonomi.

Kondisi pasar yang stabil ini memberikan kepastian pendapatan bagi para petani setempat. Laporan dari berbagai pabrik kelapa sawit (PKS) menunjukkan tren harga beli tetap bertahan pada angka yang cukup tinggi.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Dinas Perkebunan (Disbun) Bengkulu Utara, Safarudin, memberikan rincian data mengenai nilai jual TBS di wilayahnya berdasarkan hasil rekapitulasi laporan seluruh perusahaan pengolahan yang sedang beroperasi.

“Dari laporan seluruh PKS, rata-rata harga TBS sawit berada di atas Rp.3.000,-per kilogram. Harga ini tentunya dangat stabil," ujar Safarudin, dikutip dari RRI.co.id, Rabu (04/02/2026).

Nilai jual yang terjaga pada angka tersebut memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat perkebunan. Situasi ini sangat krusial mengingat kebutuhan belanja warga biasanya meningkat secara signifikan saat mendekati momentum bulan Ramadhan.

"Tentunya harga yang stabil seperti ini sangat membantu para petani dalam hal meningkatkan perekonomiannya," jelas Safarudin saat memaparkan dampak positif dari kenaikan taraf hidup petani sawit di Kabupaten Bengkulu Utara.

Pemerintah daerah melalui Disbun mencatat keberagaman harga beli TBS pada tingkat pabrik di wilayah tersebut guna memastikan transparansi data bagi para petani sawit sebagai berikut:

  • PT Alno Agro Utama sebesar Rp3.190 per kilogram.

  • PT Mitra Puding Emas sebesar Rp3.170 per kilogram.

  • PT Agricinal dan PT Sandabi Indah Lestari (SIL) A masing-masing Rp3.150 per kilogram.

  • PT Berkat Bumi Sawit mematok harga Rp3.100 per kilogram.

Rata-rata pabrik menetapkan harga tinggi karena permintaan pasar terhadap minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tetap stabil. Hal ini memacu PKS untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku.

Pihak otoritas perkebunan juga menyampaikan pesan teknis penting agar para pekebun menjaga kualitas hasil panen. Petani diminta untuk memperhatikan tingkat kematangan buah agar nilai jual TBS tetap berada pada posisi maksimal.

“Ini yang harus kami tekankaan, petani jangan terburu-buru untuk melakukan panen. Karena Kualitas buah yang sesuai standar akan mendapatkan harga yang lebih mahal juga," pungkas Safarudin dalam keterangan resminya.

Kedisiplinan petani dalam melakukan manajemen panen menentukan besaran rendemen yang dihasilkan oleh setiap butir buah. PKS memberikan apresiasi harga lebih tinggi untuk buah yang memenuhi kriteria kematangan standar operasional prosedur.

Pencatatan harga terendah berada pada angka Rp2.900 per kilogram di salah satu pabrik. Namun, mayoritas unit pengolahan lain di Bengkulu Utara tetap konsisten membeli buah pada kisaran angka Rp3.100 per kilogram.(*)

Type and hit Enter to search

Close