GENKEBUN.COM – Abdul Mukarrom atau Mbah Dul memanfaatkan lahan sekitar 1.400 meter persegi di Dusun Kedungrejo, Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro untuk mengembangkan pertanian terpadu.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro meninjau lahan pertanian terpadu Mbah Dul di Bojonegoro pada Rabu (6/8/2026).
Selama tujuh tahun terakhir, Mbah Dul menerapkan Integrated Farming System (IFS) atau Sistem Pertanian Terpadu dengan memanfaatkan setiap ruang di lahannya untuk menghasilkan beragam komoditas dalam satu kawasan.
Penerapan sistem tersebut memadukan budidaya ikan nila melalui mina padi, tanaman padi, melon, serta jambu kristal yang ditanam di sepanjang pematang. Setiap bagian lahan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Semua kita manfaatkan. Jangan sampai ada ruang yang kosong dan tidak menghasilkan,” ujar Mbah Dul, dikutip dari laman Bojonegorokab.
Dengan pola tersebut, satu petak lahan dapat menghasilkan ikan nila, padi, melon, hingga jambu kristal secara bersamaan. Pengelolaan ini juga membuat lahan yang terbatas dapat digunakan untuk berbagai kegiatan produksi.
Mbah Dul tidak berhenti pada empat lapisan yang sudah diwujudkan. Ia merancang pengembangan pertanian terpadu tersebut hingga tujuh lantai, dengan tiga lapisan tambahan yang telah disiapkan.
“Mbah Dul membuktikan bahwa lahan yang tidak terlalu luas pun dapat memberikan hasil yang optimal apabila dikelola dengan inovatif. Sistem pertanian terpadu mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, diversifikasi hasil panen, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani,” ujar Zaenal Fanani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, meninjau lahan Mbah Dul pada Rabu, 6 Agustus 2026 untuk melihat pengembangan sistem pertanian terpadu tersebut.
Dalam rancangan berikutnya, lantai kelima akan digunakan untuk peternakan, sedangkan lantai keenam disiapkan sebagai pusat pelatihan bagi petani. Lantai ketujuh dirancang sebagai pusat pemasaran hasil pertanian.
Ketiga bagian tersebut dirancang berada dalam satu kawasan yang saling terintegrasi dengan empat lapisan yang telah berjalan. Saat ini, empat lapisan tersebut menghasilkan ikan nila, padi, melon, dan jambu kristal.
Konsep pertanian terpadu Mbah Dul dikembangkan pada lahan sekitar 1.400 meter persegi. Selain empat komoditas yang telah berjalan, rancangannya mencakup peternakan, pusat pelatihan petani, dan pusat pemasaran hasil pertanian.(*)
Social Footer