Breaking News

Kakao Fermentasi Aceh Tenggara Tembus Top 50 Dunia, Kebun Induk Disiapkan Perkuat Produksi

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melaksanakan peluncuran Kebun Induk Kakao bersama petani dan mitra di Aceh Tenggara, Minggu (19/7/2026). 

GENKEBUN.COM – Kakao fermentasi yang diproduksi PT Kudeungoe Sugata Indonesia asal Aceh Tenggara masuk dalam Top 50 Cacao of Excellence 2025. Di sisi lain, kebun induk kakao diluncurkan sebagai sumber benih unggul bagi petani dan penangkar bibit.

Peluncuran Kebun Induk Kakao berlangsung pada Minggu (19/7). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, serta para petani kakao.

Keberadaan kebun induk menjadi bagian dari pengembangan kakao di Aceh Tenggara. Fasilitas tersebut dibangun sebagai sumber benih unggul sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan mutu kakao yang dihasilkan petani.

“Kami bersyukur Kebun Induk Kakao dapat diluncurkan. Semoga keberadaannya mampu mendorong perkembangan kakao Aceh Tenggara semakin pesat,” ujar Salim Fakhry, dikutip dari laman Pemkab Aceh Tenggara.

Masuknya biji kakao fermentasi produksi PT Kudeungoe Sugata Indonesia dalam Top 50 Cacao of Excellence 2025 menjadi salah satu capaian yang memperkuat pengakuan terhadap kualitas kakao Aceh Tenggara di tingkat internasional.

Capaian tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara kepada Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, serta para petani yang berperan dalam meningkatkan mutu produksi kakao hingga mampu bersaing di pasar internasional.

Kebun induk kakao tersebut dibangun di lahan seluas sekitar dua hektare dan ditanami sejumlah klon unggul, yakni RHS-1, BB-01, dan MCC-02. Klon-klon tersebut disiapkan sebagai bagian dari sumber benih untuk mendukung kebutuhan petani dan penangkar bibit.

Dari total luas lahan tersebut, sekitar 1,5 hektare digunakan sebagai kebun induk, sedangkan 0,5 hektare lainnya difungsikan sebagai kebun entres yang menjadi sumber bahan untuk perbanyakan bibit kakao.

Selain tanaman kakao, kawasan tersebut juga ditanami kacang koru sebagai tanaman sela. Tanaman ini dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sambil menunggu tanaman kakao memasuki masa produksi.

Pembangunan kebun induk dilakukan seiring tingginya antusiasme petani terhadap pengembangan kakao. Saat ini, proses sertifikasi masih berlangsung agar kebun tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan penangkar bibit.

Pengembangan kakao Aceh Tenggara melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, dunia usaha, lembaga pembangunan, dan petani. Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan benih unggul, peningkatan mutu produksi, serta pengembangan kakao sebagai komoditas yang memiliki daya saing di pasar internasional. (*)

Type and hit Enter to search

Close