Breaking News

Petani Tegalsiwalan Probolinggo Racik Jadam Sulfur, Solusi Murah Basmi Ulat dan Karat Daun

(Foto:probolinggokab)

Tegalsiwalan, GENKEBUN.COM – Para petani di Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, berhasil meracik pestisida organik jadam sulfur secara mandiri untuk membasmi serangan hama ulat serta penyakit karat daun pada tanaman bawang merah.

Inovasi ini lahir dari upaya kelompok tani dalam menekan biaya produksi yang membengkak akibat ketergantungan pada bahan kimia pabrikan. Penggunaan bahan alami ini terbukti efektif menjaga kualitas panen tanpa merusak ekosistem lingkungan.

Dilansir dari laman Probolinggokab, Jumat (13/03/2026), aplikasi jadam sulfur oleh petani Tegalsiwalan mampu mengurangi pengeluaran biaya pestisida hingga 70 persen dibandingkan pemakaian produk sintetis yang harganya kian meningkat di pasaran.

Proses pembuatan jadam sulfur dilakukan dengan mencampurkan belerang, soda api, serta air dalam perbandingan tertentu tanpa memerlukan proses pemanasan menggunakan api. Reaksi kimia alami yang dihasilkan mampu menciptakan larutan pestisida yang sangat pekat.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat memberikan pendampingan teknis guna memastikan dosis pengaplikasian sesuai dengan standar keamanan tanaman. Larutan ini kemudian diencerkan dengan air bersih sebelum disemprotkan secara merata pada area lahan perkebunan.

Kandungan sulfur berfungsi sebagai fungisida alami yang menghambat pertumbuhan spora jamur penyebab karat daun. Selain itu, aroma tajam serta sifat kaustik larutan tersebut sangat efektif dalam melumpuhkan berbagai jenis ulat pemakan daun.

  • Penggunaan bahan baku lokal yang mudah didapatkan di pasar tradisional terdekat.

  • Waktu pembuatan relatif singkat dengan daya simpan larutan mencapai waktu yang cukup lama.

  • Tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada umbi bawang merah hasil panen petani.

Keberhasilan di Tegalsiwalan ini memicu ketertarikan petani dari kecamatan lain di Probolinggo untuk mempelajari teknik serupa. Pelatihan pembuatan pestisida mandiri mulai dijadwalkan secara berkala untuk memperluas penerapan pertanian organik yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Distan) menyambut positif langkah mandiri para petani dalam menghadapi tantangan hama musiman. Inovasi ini menjadi bagian dari program diversifikasi teknik perlindungan tanaman berbasis sumber daya hayati.

Lahan bawang merah di wilayah ini kini menunjukkan pertumbuhan yang lebih sehat dengan batang yang lebih kokoh. Petani tidak lagi merasa khawatir akan risiko gagal panen akibat serangan penyakit karat daun yang masif.

  • Efektivitas pengendalian hama mencapai angka 85 persen pada pengamatan pekan pertama.

  • Peningkatan populasi musuh alami di sekitar lahan karena pengurangan pemakaian zat beracun sintetis.

  • Tekstur tanah menjadi lebih gembur akibat berkurangnya paparan sisa bahan kimia anorganik jangka panjang.

Pendekatan ekonomi kreatif di sektor pertanian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan penghalang bagi kemajuan produktivitas. Jadam sulfur kini menjadi identitas baru bagi kemandirian petani di Kecamatan Tegalsiwalan dalam menjaga ketahanan pangan.

Penerapan teknologi ramah lingkungan ini juga berpotensi meningkatkan harga jual produk di pasar organik yang memiliki segmentasi khusus. Konsumen saat ini cenderung lebih memilih hasil bumi yang minim paparan zat kimia berbahaya bagi kesehatan.

Langkah ini diprediksi akan menjadi tren baru dalam budidaya tanaman hortikultura di wilayah Jawa Timur secara luas. Kemandirian petani dalam meracik pestisida mandiri merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan sektor agraris daerah.(*)

Type and hit Enter to search

Close