Breaking News

BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Dorong Digitalisasi Pekebun melalui Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit

BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dan DGL Learning Institute melaksanakan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit di Bengkulu.

Bengkulu, GENKEBUN.COM – Sebanyak 60 peserta mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Bengkulu.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan DGL Learning Institute sebagai lembaga pelaksana.

Salah satu peserta pelatihan, Hendri Gunawan, mengaku materi pemetaan berbasis teknologi memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi para pekebun.

Kami mengucapkan terima kasih kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute yang telah menyelenggarakan pelatihan ini. Ilmu pemetaan ini merupakan hal yang baru bagi kami, sehingga pelatihan ini sangat bermanfaat," ujar Hendri.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dasar pemetaan perkebunan kelapa sawit sekaligus mengikuti praktik lapangan menggunakan berbagai perangkat pemetaan modern.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari pengoperasian drone untuk pengambilan citra udara perkebunan serta penggunaan GPS menentukan titik koordinat secara akurat.

Peserta juga memanfaatkan aplikasi Avenza Maps sebagai media pemetaan digital di lapangan untuk mendukung penyusunan data spasial perkebunan.

Seluruh data hasil praktik kemudian diolah menjadi peta kebun yang dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Selama kegiatan berlangsung, instruktur DGL Learning Institute mendampingi peserta mulai pengoperasian drone, penggunaan GPS, aplikasi Avenza Maps, hingga pengolahan data.

Narasumber pelatihan, Afan, mengapresiasi semangat serta kedisiplinan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran teori maupun praktik lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas semangat dan kedisiplinannya dalam mengikuti pelatihan ini," ujar Afan.

Afan menambahkan seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan perlu diterapkan dalam pengelolaan kebun agar memberikan manfaat bagi pekebun.

"Harapan kami, seluruh ilmu yang telah diberikan, mulai dari penggunaan GPS, aplikasi Avenza Maps, hingga pengoperasian drone dapat benar-benar dipahami dan diterapkan di kebun masing-masing," lanjut Afan.

Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh tambahan kompetensi pemetaan perkebunan berbasis teknologi untuk mendukung pengelolaan kebun, implementasi ISPO, serta peningkatan produktivitas.(*)

Type and hit Enter to search

Close