Breaking News

Tembus Pasar Belanda, Karantina Jateng Sertifikasi 1.211 Pohon Bonsai Siap Ekspor

(Foto:  Karantina - Genkebun.com)

Semarang, GENKEBUN.COM – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng) melakukan sertifikasi terhadap 1.211 pohon bonsai dari 28 varietas berbeda untuk dikirim menuju Belanda pada Rabu (08/04/2026).

Pengiriman ribuan tanaman hias ini merupakan bagian dari upaya penguatan komoditas ekspor asal Jawa Tengah menuju Benua Eropa. Langkah sertifikasi memastikan seluruh tanaman memenuhi standar kesehatan internasional agar lolos pemeriksaan di negara tujuan.

Persyaratan fitosanitari menjadi faktor krusial yang wajib dipenuhi oleh para eksportir sebelum melakukan pengapalan. Karantina Jateng melakukan pengawasan ketat guna menjamin komoditas tersebut bebas dari hama penyakit tumbuhan yang membahayakan ekosistem.

Kepala Karantina Jateng, Hari Yuwono Ady, menjelaskan teknis pemeriksaan lapangan guna menghindari penolakan dari otoritas karantina di Belanda. Beliau menekankan pentingnya mitigasi risiko sejak dini mulai dari tingkat petani tanaman hias.

“Kegiatan in line inspection dilakukan untuk mencegah hambatan SPS (Sanitary and Phyosanitary) sehingga menekan ketidaksesuaian atau mencegah Notification of Non Compliance (NNC) di negara tujuan. Karantina Jateng terus memberikan pendampingan dari hulu hingga hilir sebagai upaya mitigasi terbawanya OPTK. Selain pesona bonsai unik, elok, eksotis, tentunya hal utama yang harus diperhatikan yaitu tanaman sehat, bebas hama penyakit sesuai standar internasional, “ ujar Hari, dikutip dari laman Karantina Jateng, Rabu (08/04/2026).

Proses pemeriksaan menggunakan sistem in line inspection yang mencakup pengecekan sejak pengambilan tanaman di lahan asal. Petugas mengambil sampel untuk pengujian laboratorium guna mendeteksi keberadaan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Karantina Jateng juga mengawasi penggantian media tanam serta perawatan intensif di dalam screen house. Tahapan ini meliputi penyiraman rutin hingga pengawasan proses pengemasan ke dalam kontainer agar kondisi fisik tanaman tetap terjaga.

Berikut adalah beberapa target pemeriksaan kesehatan pada tanaman bonsai tujuan ekspor:

  • Pengujian laboratorium terhadap keberadaan nematoda Meloidogyne sp.

  • Deteksi dini hama kutu kebul jenis Bemisia argentifolii.

  • Pemeriksaan fisik untuk memastikan bebas dari thrips Chaetanophothrips orchidii.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pohon bonsai dalam kondisi sehat dan siap tanam di Belanda. Standar kesehatan yang terpenuhi mempermudah proses masuknya produk hortikultura asal Indonesia ke pasar Uni Eropa yang sangat ketat.

Data sistem informasi karantina menunjukkan bahwa jangkauan ekspor tanaman hias ini telah meluas secara signifikan. Produk lokal mulai mendapatkan kepercayaan tinggi dari pembeli mancanegara berkat jaminan kualitas kesehatan yang konsisten dan akurat.

Selain Belanda, pasar ekspor komoditas ini telah merambah ke Jerman, Italia, Spanyol, dan Perancis. Wilayah Timur Tengah seperti Dubai juga menjadi target distribusi utama bagi tanaman bonsai eksotis asal Jawa Tengah tersebut.

Pengiriman ini memperkuat daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global melalui pengawasan teknis yang sistematis. Sertifikasi karantina menjadi jaminan utama bagi kelancaran arus perdagangan internasional tanaman hias bernilai ekonomi tinggi.

Type and hit Enter to search

Close