Breaking News

Jaga Kedaulatan Benih, UGM dan Ewindo Amankan 2.000 Jenis Plasma Nutfah Tanaman Lokal

(Foto:UGM)

Yogyakarta, GENKEBUN.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kolaborasi strategis bersama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) guna mengamankan 2.000 jenis plasma nutfah tanaman lokal sebagai upaya menjaga kedaulatan benih nasional, Kamis (09/04/2026).

Langkah konservasi ini berfokus pada pengumpulan, karakterisasi, serta penyimpanan sumber daya genetik sayuran dan buah-buahan asli nusantara. Kerja sama tersebut bertujuan mencegah kepunahan varietas lokal yang memiliki ketahanan alami terhadap hama maupun perubahan iklim.

Rektor UGM memberikan penjelasan mengenai pentingnya keterkaitan antara pelestarian genetik dengan pola konsumsi masyarakat luas. Pemahaman mendalam terhadap asal-usul benih menjadi kunci utama dalam menjamin mutu serta nilai nutrisi hasil panen para petani.

“Kalau kita berbicara tentang pengembangan bibit yang unggul itu akan sampai pada kebiasaan orang dalam mengolah dan mengonsumsinya. Dengan memahami rantai pasok dari sumber, kita akan bisa memastikan kualitas dan gizi komoditas. Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama,” ujar Rektor, dikutip dari laman UGM, Kamis (09/04/2026).

Pengamanan plasma nutfah dilakukan melalui fasilitas penyimpanan suhu rendah yang mampu menjaga daya tumbuh benih selama puluhan tahun. Tim peneliti gabungan melakukan dokumentasi digital terhadap setiap karakteristik morfologi serta molekuler dari ribuan jenis tanaman tersebut.

  • Koleksi mencakup varietas cabai, tomat, kacang panjang, hingga sayuran daun langka.

  • Proses karakterisasi melibatkan mahasiswa serta dosen dari Fakultas Pertanian UGM.

  • Penyimpanan benih cadangan dilakukan pada dua lokasi berbeda guna menjamin keamanan data biologis.

Kegiatan riset bersama ini juga menyasar pada pemuliaan tanaman untuk menghasilkan benih yang lebih produktif bagi petani kecil. Pemanfaatan kekayaan hayati lokal merupakan fondasi utama dalam membangun kemandirian pangan tanpa ketergantungan pada produk impor.

“Kolaborasi riset diperlukan untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkap pimpinan manajemen perusahaan benih nasional tersebut saat memberikan sambutan resmi dalam acara penandatanganan kerja sama.

Hasil dari pemuliaan plasma nutfah ini diproyeksikan mampu menjawab tantangan krisis pangan global yang semakin nyata. Keunggulan genetik tanaman lokal seringkali memiliki toleransi tinggi terhadap kekeringan serta cekaman lingkungan ekstrem di wilayah tropis.

Dukungan teknologi bioteknologi modern mempercepat proses identifikasi sifat-sifat unggul yang tersembunyi dalam koleksi plasma nutfah tersebut. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk memproduksi benih komersial yang berbasis pada kekayaan hayati asli milik negara.

Pemerintah melalui kementerian terkait memberikan fasilitas regulasi guna melindungi hak kekayaan intelektual atas sumber daya genetik asli Indonesia. Perlindungan hukum ini sangat krusial agar aset hayati nasional tidak diklaim secara sepihak oleh pihak asing.

Data koleksi 2.000 jenis plasma nutfah ini nantinya akan terintegrasi dengan pangkalan data nasional secara berkala. Penambahan koleksi baru tetap dilakukan melalui eksplorasi ke berbagai pelosok daerah guna melengkapi perpustakaan genetik tanaman pangan Indonesia.(*)

Type and hit Enter to search

Close