Breaking News

Hilirisasi Kelapa Sawit dan Karet Jadi Fokus Utama Dinas Perindag ESDM Sumut

(Foto: Diskominfo- Genkebun.com)

 Medan, GENKEBUN.COM – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumatera Utara memacu hilirisasi komoditas kelapa sawit dan karet guna meningkatkan nilai tambah industri daerah pada Rabu (08/04/2026).

Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam serta letak geografis wilayah yang strategis. Pemerintah provinsi menargetkan penguatan struktur ekonomi melalui pengembangan kawasan industri dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumatera Utara, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menjelaskan fokus utama pemerintah dalam memajukan sektor industri. Hal tersebut disampaikan saat memberikan keterangan resmi di Kantor Gubernur Sumatera Utara.

“Untuk meningkatkan potensi industri di Sumut, kita perlu memfokuskan pada penguatan industri kecil dan menengah (IKM), selain itu juga pengembangan kawasan industri dan hilirisasi komoditas unggulan,” ujar Dedi, dikutip dari laman Diskominfo, Rabu (08/04/2026).

Dedi menekankan pentingnya pemberian dukungan teknis bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar memiliki daya saing global. Skema bantuan mencakup aspek proteksi pasar, kemudahan pembiayaan, hingga penerapan teknologi pemasaran secara digital.

“Untuk itu IKM perlu didukung dalam peningkatan proteksi, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dalam hal manajemen dan pemasaran. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga dapat membantu IKM memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 194.089 IKM di Sumatera Utara telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sektor ini terbukti menjadi motor penggerak ekonomi dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 399.194 orang.

Pemerintah juga memusatkan aktivitas industri pada sejumlah wilayah strategis guna mendorong efisiensi distribusi barang. Berikut adalah pusat pertumbuhan industri yang menjadi tumpuan ekonomi regional di wilayah Sumatera Utara saat ini:

  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang fokus pada hilirisasi kelapa sawit.

  • Kawasan Industri Medan (KIM) sebagai pusat logistik dan manufaktur skala besar.

  • Kawasan industri baru berbasis potensi lokal untuk pengembangan produk spesifik daerah.

Dedi Jaminsyah Putra Harahap menambahkan bahwa transformasi ekonomi harus bergeser dari penjualan bahan mentah menjadi produk jadi. Hilirisasi menjadi kunci utama agar komoditas perkebunan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih luas.

“Melalui hilirisasi, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti produk oleokimia dari kelapa sawit, barang jadi berbahan karet, atau produk makanan dan minuman berbasis kopi dan kakao, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan menjadi lebih besar dan berdampak luas bagi perekonomian daerah,” jelasnya.

Pada tahun anggaran 2026, Dinas Perindag ESDM menjadwalkan pemberian bantuan peralatan produksi bagi 80 IKM kopi. Program ini juga mencakup pencetakan 60 wirausaha baru pada sektor perkebunan kopi di berbagai daerah.

Upaya diversifikasi produk lokal dilakukan melalui kolaborasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Pelaku usaha akan dilibatkan dalam berbagai ajang pameran nasional guna memperkenalkan produk olahan kelapa sawit dan karet Sumatera Utara.

Type and hit Enter to search

Close