![]() |
| (Foto: Bupati Tanjung Jabung Timur- Genkebun.com) |
Tanjung Jabung Timur, GENKEBUN.COM – Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., memimpin pertemuan strategis bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi guna membahas percepatan hilirisasi kelapa pada Jumat (10/04/2026).
Koordinasi tingkat tinggi tersebut berfokus pada penguatan sektor perkebunan dan upaya menjaga stabilitas pangan di tingkat daerah. Kedua belah pihak berupaya menyelaraskan program pemerintah pusat dengan potensi komoditas unggulan lokal.
Dilansir dari laman Bupati Tanjung Jabung Timur, Jumat (10/04/2026), agenda utama pertemuan mencakup strategi penanganan penyusutan lahan baku sawah serta rencana peremajaan tanaman kelapa dalam melalui penerapan pola tumpang sari secara intensif.
Pertemuan tersebut juga merespons isu krusial mengenai alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Optimalisasi lahan pertanian menjadi target utama agar produktivitas komoditas pangan tetap terjaga stabil.
BRMP Jambi memberikan dukungan teknis berupa fasilitasi benih untuk menunjang pengembangan berbagai komoditas pertanian di lapangan. Hal ini mencakup ketersediaan benih berkualitas untuk tanaman jagung serta sektor hortikultura bagi para petani.
Berikut adalah beberapa poin kesepakatan strategis yang dihasilkan dalam pertemuan di Kantor Bupati Tanjung Jabung Timur tersebut guna mendorong sektor perkebunan:
Pengembangan industri pengolahan produk turunan kelapa untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Penajaman akurasi data luas lahan baku sawah guna menekan laju alih fungsi lahan.
Implementasi teknologi modern dalam sistem budidaya tanaman tumpang sari di area kelapa.
Distribusi bantuan benih unggul jagung dan hortikultura tepat sasaran bagi kelompok tani.
Direktur Wilayah BRMP Jambi, Yunimar, S.Si., M.Si., memimpin langsung tim teknis dalam memaparkan program pendampingan modernisasi pertanian. Penilaian kesesuaian teknologi menjadi syarat penting sebelum alat mesin pertanian dioperasikan secara massal.
Pola tumpang sari dinilai sebagai solusi cerdas untuk memaksimalkan fungsi lahan di bawah tegakan pohon kelapa. Metode ini memungkinkan petani memperoleh pendapatan tambahan dari tanaman pangan atau hortikultura selama masa peremajaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Timur berupaya agar komoditas kelapa tidak lagi dijual sebagai bahan mentah. Hilirisasi diarahkan pada pengolahan produk turunan yang memiliki permintaan tinggi pada pasar nasional maupun internasional.
Peningkatan kesejahteraan petani menjadi muara utama dari sinergi antara lembaga pusat dan daerah ini. BRMP Jambi memperkuat fungsi pendampingan program wilayah agar setiap kebijakan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat di pedesaan.
Katimker Pendampingan Program Wilayah I, Husnul Ardi, S.P., turut mendampingi proses identifikasi kebutuhan infrastruktur pertanian. Pembangunan irigasi dan akses distribusi menjadi bagian dari rencana optimalisasi lahan pertanian produktif yang tersisa.
Kegiatan koordinasi ini diakhiri dengan penetapan langkah taktis penyusunan jadwal pendistribusian benih dan alat mesin pertanian. Seluruh hasil kesepakatan menjadi basis data bagi dinas terkait dalam mengeksekusi program swasembada pangan.

Social Footer