![]() |
| (Foto: Pemerintah Kabupaten Takalar- Genkebun.com) |
Takalar, GENKEBUN.COM – Bupati Takalar, Daeng Manye, secara resmi menunjuk utusan khusus guna memacu ekspor produk turunan kelapa dan komoditas unggulan daerah lainnya menuju pasar China dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati, Rabu (08/04/2026).
Langkah strategis tersebut melibatkan penunjukan Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China guna menjembatani komunikasi dengan investor global. Fokus utama pengembangan sektor ini menyasar optimalisasi sumber daya alam yang melimpah namun belum terkelola maksimal.
Bupati Takalar menjelaskan posisi penting penjabat penghubung dalam mempercepat akses pasar internasional bagi produk lokal. Ia menekankan perlunya koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar dengan pihak luar negeri untuk memperkuat ekonomi wilayah.
“Kita memiliki komoditas unggulan seperti lawi-lawi (anggur laut) yang bernilai ekonomi tinggi, namun belum dikelola secara maksimal. Dengan penunjukan Dr. (H.C) Jenny Widjaja sebagai Liaison Officer yang juga merupakan Ketua Umum DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia periode 2025–2030, diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi dengan pihak China,” ujar Daeng Manye, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Takalar, Rabu (08/04/2026).
Kepala daerah tersebut juga meminta adanya penguatan pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini berkaitan dengan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis digital guna menembus perdagangan lintas negara.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dikelola secara serius, dengan fokus pada penguatan UMKM berbasis sumber daya alam agar mampu go digital dan menembus pasar internasional,” tegas Daeng Manye saat memberikan arahan kepada jajaran perangkat daerah di Ruang Rapat Pimpinan.
Selain kelapa, Pemkab Takalar mencatat sejumlah potensi komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Beberapa produk hasil bumi dan laut menjadi target utama dalam skema kerja sama dagang ini meliputi:
Produk turunan kelapa mulai dari sabut, tempurung, air, hingga daging buah.
Komoditas perikanan berupa anggur laut atau lawi-lawi berkualitas ekspor.
Produk olahan cakar ayam yang diminati konsumen di Negeri Tirai Bambu.
Pemerintah daerah mengupayakan agar pengolahan produk tersebut dilakukan secara terintegrasi guna memberikan nilai tambah ekonomi. Skema Business to Business (B2B) disiapkan untuk mempertemukan langsung pelaku usaha lokal dengan para calon pembeli potensial.
LO Kerja Sama Takalar–China, Jenny Widjaja, memberikan penjelasan mengenai standarisasi produk yang wajib dipenuhi sebelum masuk ke pasar luar negeri. Menurutnya, aspek teknis produksi menjadi syarat mutlak dalam persaingan dagang di level global.
“Peningkatan kualitas produk, mulai dari kebersihan, higienitas, hingga kemasan, menjadi prioritas utama agar mampu bersaing di pasar global,” jelas Jenny Widjaja saat memaparkan rencana aksi pendampingan bagi para pelaku usaha kecil di wilayah Takalar.
Rencana kunjungan kerja ke China dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026 mendatang. Agenda tersebut bertujuan untuk memetakan kebutuhan pasar secara langsung sekaligus mempromosikan hasil bumi unggulan dari wilayah Kabupaten Takalar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar, Muhammad Hasbi, turut mendampingi dalam proses identifikasi potensi lapangan tersebut. Verifikasi data komoditas terus dilakukan untuk memastikan kesiapan stok dan keberlanjutan pasokan produk saat kontrak perdagangan mulai berjalan resmi.

Social Footer