![]() |
| Perwakilan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pemberdayaan ekonomi desa di Magelang pada Selasa (03/03/2026). |
Magelang, GENKEBUN.COM – Rayndra Syahdan Mahmudin, Duta Petani Milenial (DPM) asal Magelang, sukses membangun ekosistem kewirausahaan pertanian melalui gerakan Milenial Bangun Desa guna memacu regenerasi petani pedesaan secara nyata di wilayah Jawa Tengah.
Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) ini merintis karier agropreneur sejak duduk di bangku kuliah. Ia kini mengelola perusahaan Cipta Visi Group serta dipercaya menjadi koordinator berbagai kegiatan pembangunan desa.
Saat hadir dalam acara Unit Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (UPPM), Rayndra memaparkan tantangan besar dalam menyadarkan kaum muda. Ia menilai masalah utama saat ini adalah hilangnya kepedulian pemuda terhadap potensi desanya sendiri.
“Menggelorakan semangat milenial memang butuh upaya lebih, karena sekarang ini krisis yang terjadi bukan lagi anak muda pergi ke kota, namun anak muda berhenti memikirkan dan peduli akan keadaan desanya,” ujar Rayndra, dikutip dari laman Kementan, Jumat (06/03/2026).
Rayndra berinovasi mendirikan Sekolah Tani Milenial sebagai wadah belajar serta komunikasi antar pemuda. Ia menekankan perlunya dukungan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk memberikan ruang gerak bagi para petani muda tersebut.
“Milenial punya semangat tinggi, maka perlu difasilitasi ruang dan kesempatan untuk tampil, saya berharap bapak ibu Kepala BPP juga dapat turut memberi ruang kepada para pemuda untuk dapat terjun ke dunia pertani
Pergerakan ini bertujuan mengubah pola pikir orang tua yang sering menjauhkan anak-anak dari sektor pertanian. Banyak petani senior menganggap profesi sebagai pengolah lahan bukan merupakan pekerjaan elit bagi generasi masa depan.
Berikut adalah beberapa peran strategis yang dijalankan Rayndra dalam pembangunan desa:
Koordinator Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Penggerak PKK Milenial dan Posyandu ternak.
Pendiri Sekolah Tani Milenial bagi pemuda desa.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mendukung penuh langkah regenerasi ini melalui target pencetakan jutaan petani muda. Beliau ingin sektor pertanian dikelola secara kreatif agar mampu menghasilkan produk-produk olahan siap pakai.
“Untuk itu kami ingin mencetak jutaan petani milenial yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Petani milenial harus kreatif mengelola sektor pertanian dan mampu menghasilkan produk siap pakai,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan petani milenial merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Ujung tombak kemajuan pertanian di negara maju terletak pada kekuatan sumber daya manusianya.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha muda seperti Rayndra menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional. Keberadaan jaringan kewirausahaan di tingkat desa memastikan sektor pertanian tetap produktif, modern, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.(*)

Social Footer