Breaking News

Target 2026, Pemerintah Pacu Industri Roasting dan Kopi Siap Seduh di Sentra Perkebunan

(Foto:kementan)

Jakarta, GENKEBUN.COM – Pemerintah Republik Indonesia memacu pembangunan industri penyangraian dan produksi kopi siap seduh di berbagai sentra perkebunan guna mencapai target hilirisasi nasional pada tahun 2026 mendatang.

Langkah ini diambil untuk menggeser dominasi ekspor biji kopi mentah menuju produk olahan yang memiliki harga jual lebih tinggi. Fasilitas pengolahan tersebut akan dibangun dekat dengan area lahan milik petani lokal.

Seorang pejabat dari Kementerian Pertanian (KEMENTAN) memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan baru yang menyasar penguatan ekonomi di tingkat tapak. Fokus utama pemerintah adalah memberikan perlindungan harga melalui proses pengolahan komoditas.

“Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi,” ujar pejabat tersebut, dikutip dari laman KEMENTAN, Selasa (10/03/2026).

Data statistik menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan luas lahan mencapai jutaan hektare. Namun, sebagian besar pendapatan justru masih dinikmati oleh negara pengolah di luar negeri.

Pemerintah juga menyediakan skema pembiayaan khusus bagi kelompok tani yang ingin mendirikan unit usaha industri roasting. Dukungan ini meliputi pengadaan mesin penyangrai modern serta pelatihan teknis bagi tenaga kerja lokal di desa.

Beberapa poin krusial dalam peta jalan hilirisasi kopi nasional tahun 2026 meliputi:

  • Standarisasi kualitas biji kopi sesuai permintaan pasar internasional.

  • Penyediaan sertifikasi indikasi geografis untuk kopi-kopi spesifik daerah.

  • Integrasi antara perkebunan kopi dengan sektor pariwisata atau agrowisata.

“Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan,” ucap narasumber tersebut saat memaparkan program kerjanya.

Ekspor produk kopi olahan diproyeksikan tumbuh signifikan seiring dengan tren konsumsi kopi siap seduh di pasar global. Kualitas aroma dan rasa yang terjaga melalui proses pengolahan di lokasi asal menjadi daya tarik utama.

Kementerian Perindustrian (KEMENPERIN) turut memfasilitasi akses pasar bagi produk olahan tersebut melalui pameran internasional. Kerja sama dengan para barista profesional juga diperkuat untuk mempromosikan karakter unik dari setiap jenis kopi nusantara.

Persaingan di pasar internasional menuntut adanya inovasi dalam pengemasan dan strategi pemasaran digital. Para pekebun kini didorong untuk memahami rantai pasok global agar mampu bersaing dengan produk dari negara produsen kopi lainnya.

Pembangunan infrastruktur logistik di sentra perkebunan sedang dipercepat guna mendukung distribusi produk jadi. Kelancaran arus barang dari pabrik olahan menuju pelabuhan menjadi faktor penentu efisiensi biaya operasional bagi pengusaha lokal.(*)

Type and hit Enter to search

Close