Breaking News

Solusi Cepat Panen, Petani TTU NTT Mulai Tanam Padi Umur 60 Hari

 

(Foto: Ilustrasi- Genkebun.com)

Atambua, GENKEBUN.COM – Yayasan Nusa Timor Mandiri (YNTM) wilayah Timor Tengah Utara (TTU) mendampingi sejumlah kelompok tani (poktan) untuk beralih menanam varietas padi umur pendek guna menyiasati kondisi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah strategis ini diambil sebagai solusi praktis agar petani tetap produktif meskipun waktu tanam mengalami keterlambatan. Manajer Program YNTM TTU-NTT, Heppy Sastra, menjelaskan bahwa pemilihan varietas 60 hingga 70 hari sangat krusial bagi ketahanan pangan lokal.

Heppy Sastra menyampaikan penjelasan mengenai efisiensi biaya produksi melalui penggunaan pupuk organik cair buatan sendiri. Pendampingan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan sarana produksi pertanian dari pihak luar yang berbayar mahal.

“Sebenarnya pupuk itu bisa di buat sendiri di wilayah mereka dari pada mereka beli pupuk ke toko pertanian kimia,” ujar Heppy, dikutip dari laman TTU-NTT, Kamis (12/03/2026).

Pendampingan intensif menyasar tiga kelompok tani di Desa Banain, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU. Proses pengawalan dimulai dari tahap persiapan lahan, teknik pengaplikasian nutrisi tanaman, hingga evaluasi perbandingan hasil untuk perbaikan pola tanam pada musim berikutnya.

Yayasan Nusa Timor Mandiri TTU-NTT secara khusus menyarankan penggunaan pupuk alami jenis Eco Enzyme cair yang diproduksi secara mandiri oleh warga setempat. Inovasi ini terbukti efektif menjaga kesuburan tanah tanpa merusak ekosistem lingkungan sekitar lokasi persawahan.

Para petani di perbatasan negara tersebut kini mendapatkan bimbingan teknis secara berkala untuk memastikan transisi teknologi pertanian berjalan lancar. Satu kelompok tani mendapatkan pengawasan ekstra ketat karena sebelumnya sempat mengalami kegagalan panen saat mencoba menanam secara mandiri.

“Sekarang memang padi sudah tumbuh bagus, walaupun terlambat tapi mereka bisa tetap panen sama seperti kelompok yang lama,” ungkap Heppy Sastra saat memantau perkembangan vegetatif tanaman di lapangan.

Kondisi tanaman padi di wilayah Bikomi Utara saat ini menunjukkan pertumbuhan yang seragam dan sehat. Keberhasilan adaptasi varietas umur pendek ini menjadi angin segar bagi stabilitas stok gabah di tingkat rumah tangga petani di wilayah pelosok NTT.

Berikut adalah beberapa poin utama terkait program pendampingan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara:

  • Implementasi penggunaan pupuk organik cair Eco Enzyme.

  • Fokus pada varietas padi berumur 60 hingga 70 hari.

  • Pendampingan teknis pada persiapan lahan dan pengolahan pascapanen.

Secara global, pemanfaatan tanaman umur pendek merupakan bagian dari adaptasi perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan. Inovasi lokal ini mampu memitigasi risiko gagal panen akibat ketersediaan air yang sangat terbatas di lahan kering.

Keberhasilan program di Desa Banain menjadi rujukan bagi pengembangan sektor pertanian di kecamatan lain yang memiliki karakteristik iklim serupa. Data lapangan menunjukkan bahwa optimisme warga meningkat seiring dengan performa tanaman padi yang mulai memasuki fase generatif secara maksimal.(*)

Type and hit Enter to search

Close