Kutacane, GENKEBUN.COM – Masyarakat petani di Kecamatan Lawe Alas mendesak percepatan penyaluran bantuan bibit kelapa sawit bersertifikat guna menggantikan tanaman yang sudah tidak produktif dalam forum perencanaan pembangunan daerah di Aceh Tenggara.
Kondisi tanaman kelapa sawit pada lahan rakyat saat ini mengalami penurunan hasil panen yang signifikan akibat usia pohon tua serta kualitas benih rendah yang digunakan pada masa tanam sebelumnya.
Pejabat daerah dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan menjelaskan pentingnya forum tersebut untuk menampung seluruh kebutuhan mendesak warga, terutama pada sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi.
"Musrenbang ini menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Usulan yang disampaikan, khususnya di bidang infrastruktur dan irigasi pertanian, menunjukkan keseriusan kita dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar narasumber, dikutip dari laman Diskominfo, Senin (09/03/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara memberikan penjelasan mengenai batasan fiskal daerah dalam merealisasikan setiap usulan masyarakat yang masuk melalui sistem perencanaan pembangunan elektronik agar tetap terjaga keseimbangan anggaran belanja.
“Namun demikian, seluruh usulan tetap akan kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Aceh Tenggara agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap pejabat tersebut saat menanggapi permintaan bibit unggul.
Selain kebutuhan bibit, para petani juga menyampaikan keluhan mengenai akses jalan usaha tani yang rusak sehingga meningkatkan biaya angkut buah menuju pabrik pengolahan kelapa sawit yang berada di luar wilayah.
Tersedianya bibit kelapa sawit unggul yang bersertifikat resmi.
Perbaikan infrastruktur jalan evakuasi hasil panen perkebunan rakyat.
Penyediaan sarana alat mesin pertanian serta bantuan pupuk subsidi.
Camat Lawe Alas memberikan rincian bahwa aspirasi yang terkumpul menunjukkan dominasi kebutuhan pada pembangunan infrastruktur serta bantuan sektor agraris yang selama ini menjadi sumber pendapatan tetap warga sekitar kawasan.
“Dari total 23 usulan kegiatan, mayoritas masyarakat mengharapkan pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat,” tuturnya memberikan penjelasan teknis mengenai hasil rekapitulasi usulan pembangunan.
Data dari Dinas Pertanian menunjukkan bahwa luas lahan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Lawe Alas mencapai ratusan hektar yang membutuhkan program replanting atau peremajaan tanaman secara bertahap melalui dukungan anggaran.
Pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memiliki program bantuan yang dapat diakses oleh kelompok tani selama memenuhi persyaratan administrasi serta teknis yang ditetapkan secara nasional.(*)

Social Footer