Breaking News

Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Hilirisasi Kopi Jadi Mesin Ekonomi Baru di Lampung Barat

(Foto:biroadpim)

Bandarlampung, GENKEBUN.COM – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan program hilirisasi komoditas kopi di Kabupaten Lampung Barat guna menciptakan nilai tambah ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pengolahan pascapanen yang lebih modern.

Transformasi dari penjualan biji kopi mentah menuju produk olahan siap konsumsi menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Langkah strategis ini bertujuan menjadikan wilayah Lampung Barat sebagai pusat industri kopi olahan yang kompetitif di pasar internasional.

Dilansir dari laman biroadpim, Jumat (13/03/2026), potensi produksi kopi robusta di Lampung Barat mencapai lebih dari enam puluh ribu ton per tahun yang menyumbang kontribusi besar terhadap total ekspor perkebunan Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung memaparkan bahwa ketergantungan pada penjualan bahan mentah harus segera dikurangi melalui penyediaan infrastruktur pengolahan. Pembangunan pabrik penggilingan serta pengemasan skala menengah mulai dibangun pada beberapa titik sentra produksi perkebunan kopi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat dalam memfasilitasi akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dukungan ini mencakup pengadaan mesin roasting kopi berteknologi tinggi.

Hilirisasi ini melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan, mulai dari kelompok tani hingga pengusaha industri kreatif. Berikut adalah beberapa poin utama dalam peta jalan pengembangan industri kopi yang sedang diimplementasikan di wilayah Lampung Barat:

  • Peningkatan standar kualitas biji kopi melalui penerapan teknik petik merah secara menyeluruh.

  • Pembangunan pusat edukasi serta pengolahan kopi terpadu untuk melatih tenaga kerja lokal terampil.

  • Fasilitasi sertifikasi produk guna menembus standar keamanan pangan di negara-negara tujuan ekspor utama.

Sektor perkebunan kopi memiliki peran vital sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat dominan. Penguatan rantai pasok dari kebun hingga ke cangkir diprediksi akan membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda daerah.

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Lampung melakukan pendampingan teknis mengenai cara pengemasan yang menarik serta higienis. Produk akhir yang memiliki kemasan standar global akan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar ritel modern.

Beberapa merek kopi lokal asal Lampung Barat sudah mulai merambah pasar nasional melalui platform perdagangan elektronik. Penjualan produk bermerek terbukti memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar bagi para petani serta pelaku industri rumahan.

  • Pemberian bantuan alat pengolah kopi bagi koperasi tani yang memiliki kinerja produksi stabil.

  • Promosi produk unggulan daerah melalui ajang pameran dagang berskala nasional maupun internasional.

  • Penyusunan regulasi daerah yang mendukung iklim investasi di sektor pengolahan hasil perkebunan.

Gubernur Lampung menjelaskan bahwa mesin ekonomi baru ini akan berputar lebih cepat jika inovasi teknologi terus diadopsi. Integrasi antara sektor pertanian dengan pariwisata melalui konsep wisata edukasi kopi juga mulai dikembangkan secara bertahap.

Peningkatan nilai tambah kopi robusta menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh proses hilirisasi berjalan transparan serta memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dengan angka produksi yang sangat besar, Lampung Barat memiliki modal kuat untuk memimpin pasar kopi olahan di Indonesia. Fokus pada kualitas serta konsistensi produk menjadi landasan utama bagi keberhasilan program jangka panjang ini.(*)

Type and hit Enter to search

Close