![]() |
| (Foto: Blorakab- Genkebun.com) |
Blora, GENKEBUN.COM – Camat Blora, Hadi Prasetyo, melakukan transformasi signifikan dengan mengubah lahan Taman Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Tempelan menjadi miniatur pertanian terpadu pada Senin (09/03/2026).
Lahan yang semula merupakan area hijau biasa kini memiliki beragam koleksi tanaman komoditas unggulan. Langkah inovatif ini bertujuan memberikan edukasi nyata mengenai pemanfaatan pekarangan sempit bagi masyarakat perkotaan di Kabupaten Blora.
Camat Blora menjelaskan bahwa konsep miniatur ini mencakup berbagai elemen pertanian, perikanan, hingga perkebunan yang dikelola secara sistematis. Area tersebut kini menjadi laboratorium alam bagi warga yang ingin belajar kemandirian.
"Untuk kemandirian pangan, tersedia sayur-mayur, umbi-umbian, hingga kolam ikan lele, nila, and sistem mina padi," ujar Hadi, dikutip dari laman Blorakab, Senin (09/03/2026).
Pemanfaatan lahan tersebut mencakup penanaman Kelapa Genjah yang dikenal memiliki masa panen cepat dan batang tidak terlalu tinggi. Komoditas ini dipilih karena sangat cocok diaplikasikan pada area pemukiman padat penduduk.
Selain kelapa, sistem perikanan yang diterapkan juga menggabungkan budidaya ikan dengan tanaman padi atau sering disebut sebagai mina padi. Pola ini mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi secara sirkular dan efisien.
Berikut adalah beberapa komponen utama yang terdapat dalam miniatur pertanian terpadu di Taman Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Tempelan tersebut:
Koleksi tanaman pangan meliputi cabai, terong, dan berbagai jenis sayuran daun.
Area perkebunan kecil yang didominasi oleh varietas kelapa genjah unggulan.
Sistem kolam budidaya ikan air tawar yang terintegrasi dengan pematang sawah mini.
“Suasananya sangat asri dan segar. Jika ditata lebih artistik, Taman PKK ini bisa menjadi tempat healing keluarga sekaligus role model pemanfaatan pekarangan untuk meningkatkan kesehatan dan pendapatan warga,” ungkap Hadi Prasetyo.
Kehadiran miniatur pertanian ini mendapat perhatian luas karena lokasinya yang berada di tengah kawasan perkotaan. Warga sekitar kini memiliki referensi visual dalam mengubah lahan tidur menjadi sumber pangan bergizi bagi keluarga.
Skema pertanian terpadu tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat kecamatan. Integrasi berbagai jenis komoditas dalam satu area memperkecil risiko kegagalan panen bagi para pengelola lahan.
Secara teknis, pengelolaan taman dilakukan secara swadaya oleh pengurus PKK bersama tenaga teknis dari kecamatan setempat. Pemeliharaan rutin mencakup pemberian pupuk organik yang dihasilkan dari limbah rumah tangga di lingkungan sekitar.
Kegiatan peluncuran miniatur pertanian ini ditandai dengan peninjauan langsung ke area tanaman produktif dan kolam ikan. Hingga saat ini, area tersebut telah terbuka bagi masyarakat yang ingin melakukan studi banding.(*)

Social Footer