Breaking News

Bupati Afni Zulkifli Minta Posisi Operasional PKS Siak Diisi 100 Persen Penduduk Lokal

(Foto: Ilustraasi- Genkebun.com)

 Siak, GENKEBUN.COM – Bupati Siak, Afni Zulkifli, melakukan pertemuan strategis guna meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah tersebut memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal hingga mencapai angka seratus persen pada Sabtu (14/03/2026).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak guna menata sistem ketenagakerjaan daerah. Tujuannya adalah memberikan akses keadilan bagi penduduk setempat agar terlibat aktif di dalam industri kelapa sawit yang sedang berkembang.

Dilansir dari laman Siakkab, Sabtu (14/03/2026), terdapat 34 PKS yang memiliki izin resmi serta beroperasi di Kabupaten Siak sejak tahun 2023 dengan target minimal penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 70 persen pada setiap unitnya.

Kebijakan tersebut secara khusus menyasar posisi operasional di lapangan. Meskipun jabatan manajemen maupun pemilik modal berasal dari luar daerah, kebutuhan tenaga teknis harus dipenuhi oleh masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi perusahaan tersebut berada.

Data terkini menunjukkan urgensi kebijakan ini bagi stabilitas sosial kabupaten:

  • Jumlah penduduk yang tergolong kategori miskin mencapai 180.000 jiwa.

  • Risiko konflik sosial meningkat jika angka pengangguran lokal tidak segera ditangani.

  • Pertumbuhan jumlah penduduk perlu diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Zamrud, Kompleks Rumah Rakyat, ini melibatkan manajemen dua perusahaan besar. Perusahaan tersebut adalah Perseroan Terbatas Sri Indrapura Sawit Lestari (PT SISL) serta Perseroan Terbatas Berlian Inti Mekar (PT BIM).

Pemerintah daerah berencana memfasilitasi bursa kerja atau job fair dalam waktu dekat. Agenda ini bertujuan mempertemukan kebutuhan rill pihak industri dengan para pencari kerja lokal yang memiliki kualifikasi serta kompetensi sesuai standar teknis operasional.

Pemetaan kompetensi menjadi bagian penting dari rencana kerja sama ini. Sinkronisasi antara kurikulum pelatihan tenaga kerja dan kebutuhan spesifik pabrik pengolahan kelapa sawit akan dilakukan agar penduduk lokal mampu bersaing secara profesional pada bidangnya.

Seluruh proses rekrutmen di masa mendatang diwajibkan berjalan secara transparan dan terbuka. Perusahaan harus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kampung serta perangkat daerah terkait guna memastikan verifikasi identitas calon tenaga kerja yang akan mendaftar.

Manajemen PT SISL menyatakan kesiapan untuk menjalankan skema rekrutmen berbasis desa. Sistem penggantian karyawan yang berhenti akan mengutamakan warga setempat melalui pengumuman resmi yang disebarkan melalui kantor kepala desa atau sering disebut kepala kampung.

Beberapa poin kesepakatan dalam dialog tersebut meliputi:

  • Pemanfaatan koordinasi dengan perangkat desa untuk penyebaran informasi lowongan.

  • Prioritas bagi warga sekitar dalam proses penggantian karyawan yang mengundurkan diri.

  • Peningkatan standar kualifikasi masyarakat lokal melalui program pelatihan yang difasilitasi pemerintah.

Langkah kolaboratif ini menjadi strategi utama dalam menekan angka kemiskinan secara sistematis. Melalui keterlibatan penuh sektor swasta, kesejahteraan ekonomi penduduk asli di Kabupaten Siak dapat meningkat seiring dengan kemajuan investasi di bidang perkebunan kelapa sawit.

Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan berkala terhadap implementasi penyerapan tenaga kerja ini. Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap korporasi memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang berpihak pada kepentingan rakyat setempat.(*)

Type and hit Enter to search

Close