Partisipasi dalam pameran kopi terbesar di kawasan Eropa Tengah ini bertujuan memperluas pangsa pasar ekspor Indonesia. Kehadiran paviliun Indonesia memanfaatkan tren peningkatan konsumsi kopi premium yang berkembang sangat pesat di wilayah tersebut.
Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri (KEMLU), Selasa (17/02/2026), tren perdagangan bilateral Indonesia dan Polandia mencatatkan kenaikan sebesar 8,6 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir melalui berbagai penguatan aktivitas diplomasi ekonomi.
Nilai ekspor khusus untuk kategori kopi, sekam, serta pengganti kopi mencapai angka 417.170 dolar Amerika Serikat. Secara akumulatif, kategori kopi, teh, maté, dan rempah-rempah menyumbangkan nilai ekspor sebesar 6,12 juta dolar.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Warsawa mengidentifikasi potensi besar pada pasar Polandia yang memiliki konektivitas logistik sangat kuat. Posisi geografis negara ini menjadi gerbang utama bagi produk perkebunan Indonesia menembus pasar Eropa lainnya.
Beberapa varietas kopi spesialisasi asal tanah air yang mendapatkan sambutan hangat dari pengunjung festival internasional tersebut meliputi beragam jenis tanaman dari berbagai wilayah nusantara dengan profil rasa yang sangat unik:
Kopi Flores dan Gayo
Kopi Mandailing dan Bali
Kopi Sumba dan Pulau Jawa
Peningkatan permintaan terhadap produk kopi ini selaras dengan profil konsumen Polandia yang mulai mengapresiasi kualitas rasa autentik. Banyak penikmat kopi lokal mulai beralih dari produk kopi komersial menuju produk kopi yang berkelanjutan.
Selain komoditas kopi, produk cokelat dan olahan kakao Indonesia menunjukkan performa pasar yang sangat impresif. Seluruh stok produk cokelat yang dipamerkan habis terjual selama dua hari penyelenggaraan festival di stadion kebanggaan Polandia tersebut.
Data statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor kakao dan sediaan kakao ke Polandia menyentuh angka 5,68 juta dolar pada periode tahun 2024. Konsumen lokal sangat menyukai aroma kuat serta sensasi rasa buah yang khas.
Berikut adalah faktor-faktor yang menjadikan Polandia sebagai mitra dagang strategis bagi pertumbuhan sektor ekspor perkebunan Indonesia di wilayah benua biru yang sangat kompetitif dan menuntut standar kualitas tinggi:
Pertumbuhan ekonomi Polandia berada di atas rata-rata Uni Eropa (UE).
Lokasi strategis sebagai pusat distribusi logistik Eropa Tengah dan Timur.
Meningkatnya jumlah sangrai kopi lokal yang membutuhkan pasokan bahan baku.
Promosi berkelanjutan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi terpadu yang menggabungkan aspek perdagangan, kebudayaan, dan pariwisata. Pengetahuan masyarakat internasional mengenai keunggulan produk Indonesia menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan global.
Peningkatan volume ekspor kopi dan cokelat ini menjadi bukti nyata efektivitas promosi pada pameran berskala besar. Polandia memberikan ruang bagi komoditas nasional untuk memperkuat kehadiran serta dominasi produk Indonesia di pasar internasional.(*)

Social Footer