Breaking News

Teknik Stringing dan Pengeratan Batang: Rahasia Membungakan Durian Secara Presisi

(Foto:RRI.co.id)

Paledang, GENKEBUN.COM – Para pekebun kini mulai menerapkan teknologi in-off season melalui teknik stringing serta pengeratan batang untuk memicu pembungaan pohon durian secara presisi tanpa harus menunggu datangnya musim panen raya.

Metode rekayasa ini bertujuan memanipulasi faktor internal tanaman agar mampu menghasilkan buah di luar jadwal alami, sehingga stabilitas pasokan serta harga jual di tingkat pasar tetap terjaga bagi para produsen.

Dilansir dari laman Kementan, Minggu (15/02/2026), proses pembungaan durian secara serempak biasanya muncul sekitar 40 hingga 60 hari setelah aplikasi rekayasa mekanis dilakukan pada bagian akar maupun kulit batang pohon dewasa.

Teknik stringing diaplikasikan dengan cara mengikat bagian akar pohon guna menghambat distribusi fotosintat ke seluruh bagian tanaman. Kondisi ini menciptakan stres fisiologis yang memicu munculnya bakal bunga lebih awal.

Sementara itu, pengeratan dilakukan dengan memotong kulit pohon secara melingkar hingga menyentuh pembuluh xylem. Proses pengeratan pembuluh floem ini secara efektif meningkatkan rasio massa karbon terhadap massa nitrogen pada jaringan tanaman.

Selain metode mekanis, terdapat beberapa langkah teknis pendukung yang sangat menentukan keberhasilan pembuahan durian di luar musim. Beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan oleh para pemilik perkebunan durian adalah sebagai berikut:

  • Penghentian penyiraman atau stressing air hingga mencapai titik layu permanen.

  • Penggenangan area perakaran secara tiba-tiba setelah masa kering berakhir.

  • Pemberian pupuk dengan kandungan unsur fosfor dan kalium yang tinggi.

Keseimbangan hormon giberelin, sitokinin, dan asam absisat (ABA) mengalami perubahan signifikan setelah tanaman mendapatkan perlakuan stres air. Perubahan rasio C/N tersebut menjadi sinyal bagi sel tanaman untuk membentuk primordia bunga.

Fase kritis terjadi saat bakal bunga mulai muncul dengan ukuran sebesar butiran beras. Pemeliharaan pada tahap ini memerlukan ketelitian tinggi karena tanaman berada pada kondisi fisiologis yang sangat sensitif terhadap gangguan lingkungan.

Pekebun juga harus melakukan penyerbukan buatan secara manual pada malam hari untuk menjamin keberhasilan pembuahan. Penggunaan kuas atau sapu ijuk membantu memindahkan serbuk sari ke kepala putik yang sedang mekar sempurna.

Perlindungan terhadap calon buah dilakukan dengan memasang mulsa plastik serta pengikatan tali jaring. Langkah ini mencegah kerontokan akibat curah hujan tinggi, angin kencang, maupun kelembapan udara yang tidak stabil di area kebun.

Penjarangan buah menjadi tahap penutup yang penting guna menjaga kualitas ukuran serta kesehatan tanaman. Pengaturan jumlah buah memastikan suplai nutrisi terserap optimal sehingga durian memiliki cita rasa tinggi dan nilai jual maksimal.(*)

Type and hit Enter to search

Close