![]() |
| Tim BBPP Binuang saat melaksanakan kunjungan penjajakan kerja sama di kantor PT Kharisma Inti Usaha Kalimantan Selatan, Minggu (22/02/2026). |
Tapin, GENKEBUN.COM – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menginisiasi penjajakan kerja sama strategis bersama PT Kharisma Inti Usaha (KIU) guna memanfaatkan sisa produksi kelapa sawit menjadi bahan baku pakan ternak alternatif.
Langkah ini bertujuan menciptakan efisiensi biaya produksi bagi peternak sekaligus mengoptimalkan pengolahan limbah industri. Pertemuan kedua belah pihak berlangsung produktif dengan fokus utama pada pemanfaatan material solid yang tersedia melimpah.
Dilansir dari laman BBPP, Minggu (22/02/2026), ketersediaan limbah solid dari proses pengolahan kelapa sawit di pabrik PT KIU mencapai volume yang sangat signifikan untuk mendukung kebutuhan riset dan produksi pakan secara berkelanjutan.
Pihak perusahaan menyambut positif kunjungan tim BBPP Binuang tersebut. Manajemen PT KIU menyatakan kesediaan penuh untuk mendiskusikan berbagai skema kolaborasi teknis yang dapat memberikan dampak positif bagi sektor sumber daya manusia pertanian.
Kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Implementasi lapangan akan berfokus pada integrasi antara dunia industri dengan lembaga pelatihan milik pemerintah di bawah naungan Kementerian Pertanian.
Beberapa poin utama pengembangan kapasitas yang dibahas meliputi:
Dukungan tenaga pelatih ahli yang berasal dari praktisi industri berpengalaman.
Penyediaan lokasi kunjungan lapangan bagi peserta pelatihan untuk melihat proses produksi secara nyata.
Pemberian akses terhadap material limbah solid sebagai bahan baku utama inovasi pakan.
Program pemagangan bagi pegawai serta petugas BBPP Binuang menjadi agenda prioritas lainnya. Inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi teknis aparatur agar memiliki pemahaman mendalam mengenai standar operasional serta teknologi terbaru di industri kelapa sawit.
Pemanfaatan sisa produksi berupa solid dinilai sebagai solusi cerdas mengatasi tingginya harga pakan pabrikan. Material ini memiliki kandungan nutrisi yang memadai jika diolah melalui sentuhan teknologi fermentasi serta formulasi pakan yang tepat.
PT KIU memastikan kesiapan dalam memasok kebutuhan limbah solid bagi keperluan pengembangan di BBPP Binuang. Ketersediaan bahan baku secara konsisten menjadi kunci utama keberhasilan inovasi pakan berbasis limbah industri perkebunan kelapa sawit.
Sinergi ini membangun model pembelajaran yang jauh lebih aplikatif bagi masyarakat luas. Petani dan peternak bisa melihat langsung contoh nyata integrasi industri sawit dengan subsektor peternakan yang efisien serta memiliki nilai ekonomis tinggi.
Upaya kolaboratif tersebut juga mencakup aspek pengembangan kompetensi lainnya yang berpotensi memajukan kapasitas sumber daya manusia. Praktik lapangan berbasis industri akan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta didik maupun instruktur di balai pelatihan.
Implementasi program ini memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dengan dunia usaha. Fokus utama tetap berada pada penciptaan nilai tambah dari material yang sebelumnya hanya dianggap sebagai produk sampingan tidak bernilai di pabrik pengolahan.
Kehadiran praktisi industri sebagai tenaga pengajar memberikan perspektif baru bagi kurikulum pelatihan. Hal ini menjembatani kesenjangan antara teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam pengelolaan limbah sawit secara profesional dan berkelanjutan.
Kerja sama ini menjadi pijakan awal bagi pengembangan inovasi berkelanjutan di wilayah Kalimantan Selatan. Penggunaan sumber daya lokal secara maksimal mampu mendorong kemandirian pakan serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui penurunan biaya operasional harian.
Semua rencana aksi yang telah disepakati segera memasuki tahapan finalisasi dokumen formal. Keberhasilan program ini akan menjadi percontohan bagi balai pelatihan lain dalam menjalin kemitraan serupa dengan perusahaan swasta di sektor perkebunan.(*)

Social Footer