Breaking News

Media HaiSawit Bersama BPDP Gelar Sawit Academy di USU, Perkuat Literasi Sawit Generasi Muda

PT Hai Sawit Indonesia menyelenggarakan Sawit Academy di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Kamis (12/02/2026).

Medan, GENKEBUN.COM – PT Hai Sawit Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan kegiatan Sawit Academy di Universitas Sumatera Utara (USU) pada Kamis (12/02/2026) guna memperkuat literasi kelapa sawit mahasiswa.

Forum edukatif ini menghadirkan ruang dialog terbuka bagi kalangan akademisi serta praktisi industri. Seluruh peserta mendiskusikan peran strategis komoditas perkebunan tersebut dalam menopang kebutuhan hidup masyarakat Indonesia sehari-hari secara luas.

Direktur PT Hai Sawit Indonesia, M. Danang Mursyid Rijalul Qowi, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai produk turunan kelapa sawit sangat penting. Ia menekankan keterikatan kuat antara aktivitas manusia dengan berbagai hasil olahan perkebunan.

“Sawit bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari produk pangan, kosmetik, hingga energi terbarukan, sawit hadir di sekitar kita," ujar Danang.

Lebih lanjut, Danang memaparkan alasan utama pelaksanaan program edukasi ini di lingkungan kampus. Pihaknya berupaya membangun nalar kritis mahasiswa melalui penyampaian informasi yang valid, transparan, serta didukung oleh data ilmiah.

"Melalui Sawit Academy, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang objektif, berbasis data, dan dekat dengan mahasiswa agar lahir generasi muda yang kritis sekaligus solutif terhadap isu-isu sawit,” ungkap Danang.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Medan ini mencakup lima sesi diskusi mendalam. Beberapa materi utama yang disampaikan oleh para narasumber ahli kepada ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) USU meliputi:

  • Pelurusan isu negatif kelapa sawit berbasis data akademik.
  • Kontribusi produk turunan sawit bagi dunia kesehatan global.
  • Peluang karier profesional di sektor perkebunan nasional.

Dekan FP USU, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS., memberikan tanggapan positif atas kolaborasi antara pihak universitas dengan sektor industri. Ia menilai forum ini menjadi jembatan ilmu bagi mahasiswa.

“Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang ilmiah mahasiswa terhadap suatu isu, termasuk sawit. Kami menyambut baik kegiatan ini karena membuka ruang diskusi yang konstruktif, berbasis akademik, dan mendorong mahasiswa memahami sawit secara komprehensif dari hulu hingga hilir,” papar Prof. Tavi.

Sesi pemaparan materi juga melibatkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu berbeda. Para pakar menjelaskan secara detail mengenai aspek teknis budidaya hingga manfaat klinis minyak sawit bagi kesehatan manusia serta industri farmasi.

BPDP sebagai badan layanan umum di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) memberikan dukungan penuh. Lembaga ini mengelola dana perkebunan untuk program peremajaan sawit rakyat serta pengembangan sumber daya manusia.

Dukungan pendanaan tersebut difokuskan pada penguatan riset, promosi, dan peningkatan sarana prasarana perkebunan. Inisiatif di kampus USU menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi muda yang memahami peran strategis kelapa sawit bagi ekonomi.(*)

Type and hit Enter to search

Close