Breaking News

Percepat Teknologi Kakao, Kepala BRMP Sambangi PT Ebier Suth Cokran Manokwari Selatan

 

Balai Riset dan Standardisasi Industri Papua Barat saat meninjau kondisi tanaman kakao di Kabupaten Manokwari Selatan pada Sabtu (21/02/2026).

Papua Barat, GENKEBUN.COM – Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri (BRMP) Papua Barat melakukan kunjungan kerja ke perkebunan kakao PT Ebier Suth Cokran di Kabupaten Manokwari Selatan guna mendorong percepatan implementasi teknologi modern sektor perkebunan.

Agenda ini mencakup peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, mulai dari teknik budidaya, sistem pemeliharaan tanaman, hingga manajemen proses pascapanen yang dijalankan oleh perusahaan pengelola komoditas cokelat di wilayah Papua Barat tersebut.

Dilansir dari laman Kelapa PRMP, Sabtu (21/02/2026), populasi tanaman kakao di lokasi tersebut saat ini telah memasuki usia produktif yang sangat tua, yakni mencapai rentang waktu mendekati angka 40 tahun masa tanam.

Kondisi tanaman yang sudah berusia lanjut menjadi faktor utama penurunan produktivitas lahan secara signifikan, sehingga diperlukan langkah inovasi teknologi yang cepat untuk memulihkan kapasitas hasil panen kakao bagi perusahaan maupun petani.

Data lapangan menunjukkan beberapa kendala teknis yang muncul akibat faktor usia tanaman pada area perkebunan PT Ebier Suth Cokran, di antaranya:

  • Volume buah yang dihasilkan per pohon menurun tajam dibandingkan masa puncak produktif.

  • Ukuran biji kakao menjadi lebih kecil sehingga memengaruhi kualitas fisik komoditas.

  • Rentan terhadap serangan hama penyakit akibat penurunan daya tahan alami batang tanaman tua.

Kepala BRMP memberikan saran teknis agar manajemen segera memulai program peremajaan tanaman secara bertahap melalui penggunaan bibit unggul baru yang memiliki potensi hasil lebih tinggi dan daya tahan lebih kuat.

Pihak perusahaan sejauh ini telah menerapkan Praktik Budidaya yang Baik atau Good Agricultural Practices (GAP) sebagai upaya menjaga keberlanjutan operasional kebun meskipun menghadapi tantangan penurunan hasil akibat faktor fisiologis tanaman.

Wakil Direktur Sales dan Marketing PT Ebier Suth Cokran, Febry Sumbung, memberikan penjelasan mengenai situasi terkini manajemen kebun yang memerlukan dukungan riset untuk mendapatkan varietas bibit yang sesuai dengan iklim Manokwari Selatan.

Inovasi teknologi menjadi instrumen krusial dalam memperkuat daya saing kakao asal Papua Barat agar mampu memenuhi standar mutu yang diminta oleh pasar industri pengolahan cokelat tingkat nasional maupun pasar ekspor internasional.

Sinergi antara instansi pemerintah pusat melalui BRMP dengan pelaku usaha perkebunan menjadi kunci dalam merumuskan strategi peningkatan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar yang bergantung pada sektor pertanian kakao lokal.

Beberapa langkah strategis yang menjadi prioritas dalam kolaborasi pengembangan kakao di Manokwari Selatan meliputi:

  • Penyediaan akses teknologi perbanyakan bibit unggul bersertifikat.

  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi tenaga kerja kebun dan petani mitra.

  • Perluasan akses pasar melalui standarisasi produk sesuai permintaan konsumen global.

Upaya perbaikan manajemen kebun secara menyeluruh diyakini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga posisi Papua Barat sebagai salah satu wilayah penghasil kakao kualitas tinggi di Indonesia.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan inovasi riset terapan yang dapat langsung diimplementasikan pada lahan perkebunan untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri secara berkelanjutan.

Langkah peremajaan lahan secara konsisten merupakan solusi jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan produksi kakao di Kabupaten Manokwari Selatan melalui kombinasi antara bibit berkualitas dan manajemen kebun yang modern dan profesional.(*)

Type and hit Enter to search

Close