Breaking News

Minyak Merah hingga Asap Cair, Gebrakan Mahasiswa Politani Samarinda Ubah Wajah Sawit

Gambar Ilustrasi Olahan Dari Buah Kelapa Sawit- GENKEBUN.COM

 Samarinda, GENKEBUN.COM – Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) memamerkan inovasi hilirisasi kelapa sawit dalam rangkaian Dies Natalis ke-37 di Auditorium Politani Samarinda pada Rabu, 11 Februari 2026, guna meningkatkan nilai tambah komoditas.

Pameran ini menampilkan berbagai produk olahan Laboratorium Kelapa Sawit Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan (THP) yang memanfaatkan bahan baku minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menjadi barang konsumsi fungsional.

Pranata Laboratorium Kelapa Sawit Program Studi THP Politani Samarinda, Dody Purwanto, merinci beragam hasil pengolahan mahasiswa yang mencakup sektor pangan hingga energi hijau yang dikembangkan secara mandiri di fasilitas kampus setempat.

“Dari Laboratorium Kelapa Sawit, kami memproses sawit menjadi produk turunan seperti minyak goreng, minyak merah, sabun, lilin, arang aktif hingga asap cair sebagai pengawet alami,” ujar Dody, dikutip dari laman rri.co.id, Rabu (11/02/2026).

Dody menjelaskan bahwa pengambilan komponen spesifik dari kelapa sawit seperti nutrisi mikro memiliki potensi bisnis yang jauh lebih besar dibandingkan hanya menjual produk olahan kasar yang selama ini mendominasi pasar.

“Semakin kecil komponen yang diambil, seperti vitamin dan antioksidan, nilai ekonominya semakin tinggi dan bisa menjadi produk kesehatan maupun kecantikan,” jelas Dody Purwanto saat memberikan keterangan mengenai diversifikasi produk hilir.

Inovasi yang dikembangkan mahasiswa mencakup pemanfaatan seluruh bagian sawit guna meminimalkan limbah. Produk-produk yang berhasil dibuat dalam laboratorium tersebut antara lain meliputi daftar inovasi hilirisasi sebagai berikut ini:

  • Minyak merah kaya beta karoten.

  • Lilin organik dan sabun mandi.

  • Arang aktif, briket, dan asap cair.

Minyak merah menjadi produk unggulan karena mengandung vitamin E serta pro vitamin A yang tinggi. Proses pembuatannya hanya memerlukan waktu satu hari, sementara pemurnian minyak goreng membutuhkan waktu sekitar dua belas jam.

Pihak manajemen kampus juga menjajaki kolaborasi internasional guna memperkuat standar produksi. Hal ini dilakukan demi memastikan rantai pasok kelapa sawit memenuhi kriteria global yang berkelanjutan bagi para petani serta produsen lokal.

“Keanggotaan timbal balik FONAP dan RSPO akan memungkinkan kami untuk membuka babak baru dalam kerja sama kami dan bekerja sama untuk memperkuat rantai pasokan minyak sawit yang berkelanjutan dan tangguh,” ujarnya.

Limbah asap dari proses pembuatan arang kini diolah menjadi asap cair melalui teknik pemurnian khusus. Cairan tersebut berfungsi sebagai pengawet kayu maupun makanan alami yang aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Politani Samarinda kini memperkuat aspek pengemasan serta manajemen bisnis bagi para mahasiswa. Langkah ini diambil agar produk-produk berbasis sawit tersebut memiliki daya saing kuat sehingga siap dipasarkan ke masyarakat luas secara profesional.(*)

Type and hit Enter to search

Close