![]() |
| Gambar Ilustrasi Perkebunan Jagung- GENKEBUN.COM |
Lembang, GENKEBUN.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Waingapu sukses memanen jagung hibrida di kebun samping kantor pada Minggu, 8 Februari 2026, sebagai langkah nyata optimalisasi pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.
Kegiatan pertanian berskala lapas ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Waingapu, Gidion I. S. A. P. Pally. Seluruh jajaran pejabat struktural, pegawai, hingga peserta magang turut serta dalam proses pemetikan hasil bumi tersebut.
Dilansir dari laman rri.co.id, Minggu (08/02/2026), kegiatan panen jagung hibrida ini menjadi bagian penting dari agenda pemanfaatan lahan secara optimal. Hasil yang diperoleh segera dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal petugas serta tambahan pangan bagi warga binaan.
Langkah produktif ini merupakan tindak lanjut dari program pembinaan kemandirian yang sebelumnya sempat berhasil memanen beragam jenis sayuran. Pengalihan fungsi lahan samping tersebut membuktikan efektivitas pengelolaan aset tanah di lingkungan pemasyarakatan.
Berikut merupakan rincian distribusi serta manfaat utama dari hasil panen jagung hibrida yang dilakukan di lingkungan Lapas Kelas IIA Waingapu tersebut:
Penyediaan sumber pangan tambahan atau extra food bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Pemenuhan stok konsumsi pangan harian bagi internal petugas pemasyarakatan.
Transformasi lahan tidak produktif menjadi kebun jagung merupakan bentuk implementasi dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat. Fokus utama kegiatan ini terletak pada pencapaian stabilitas ketahanan pangan nasional melalui sektor agrikultur di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan positif bagi warga binaan agar memiliki keterampilan praktis. Penguasaan teknik tanam jagung hibrida memberikan bekal keahlian yang sangat berguna bagi para penghuni setelah menyelesaikan masa pidana.
Pemanfaatan lahan di Lapas Waingapu kini berjalan lebih sistematis dengan mengedepankan efisiensi sumber daya yang tersedia. Pengelolaan kebun dilakukan secara rutin guna memastikan tanaman jagung tumbuh maksimal hingga memasuki masa panen yang tepat sesuai siklusnya.
Pelaksanaan panen ini terintegrasi secara langsung dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Fokus kementerian mencakup pengembangan sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara (rutan).
Selain memberikan dampak ekonomi berupa penghematan biaya pangan, program ini menciptakan lingkungan kerja yang jauh lebih asri. Area yang semula semak belukar kini berubah fungsi menjadi hamparan hijau yang memberikan manfaat bagi kesehatan ekosistem lokal.
Pihak manajemen Lapas Waingapu memastikan bahwa seluruh tahapan produksi mulai dari penanaman hingga pemanenan dilakukan sesuai standar operasional. Pengawasan melekat dari pejabat struktural menjamin kelancaran aktivitas luar ruangan yang melibatkan banyak personel dan warga binaan.
Keberhasilan panen jagung hibrida ini menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi penghalang bagi institusi pemasyarakatan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Pola tanam intensif menjadi kunci utama dalam mendulang hasil yang melimpah dari luas tanah yang terbatas.
Diharapkan produktivitas ini bisa menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya dalam mengelola area kosong di sekitar kantor. Keberlanjutan program agribisnis ini dipastikan menjadi agenda rutin guna menjaga ketersediaan pangan mandiri secara jangka panjang.(*)

Social Footer