![]() |
| Bupati Boyolali, Agus Irawan panen bawang merah di Desa Tarubatang Kecamatan Selo, Jumat (9/1/2026). (Foto: Humas Boyolali) |
Boyola, GENKEBUN.COM – Desa Tarubatang, Kecamatan Selo kembali membuktikan diri sebagai sentra bawang merah paling produktif di Kabupaten Boyolali. Panen raya kali ini mencatatkan angka produktivitas luar biasa mencapai 18 ton per hektar.
Bupati Boyolali, Agus Irawan menghadiri langsung kegiatan panen di Dukuh Gajihan pada Jumat (9/1/2026). Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Tarubatang, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, serta dukungan permodalan perbankan daerah.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Suyanta menjelaskan bahwa pencapaian tahun ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam yang mendukung. Kondisi tanah di lereng gunung memberikan keunggulan tersendiri bagi kualitas rimpang bawang merah.
"Alhamdulillah luar biasa karena didukung oleh musim, didukung oleh kesuburan tanah dan iklimnya yang sudah cocok untuk bawang merah, memang tiap tahun musim kaya gini tanam bawang merah." ujar Suyanta, dikutip dari laman Pemkab Boyolali, Minggu (11/01/2026).
Sentra Terbesar di Kota Susu
Wilayah Selo dan Cepogo saat ini menjadi penghasil bawang merah terbesar di Boyolali dengan total luasan lahan mencapai 112 hektar. Selain itu, budidaya juga mulai berkembang di sebagian wilayah Kecamatan Musuk serta Tamansari.
Tingkat produktivitas yang menyentuh angka 18 ton per hektar menunjukkan efektivitas metode tanam yang digunakan kelompok tani lokal. Para petani secara konsisten menyesuaikan teknik budidaya dengan karakteristik iklim pegunungan yang sejuk.
Bupati Agus Irawan menyampaikan rasa puas setelah melihat langsung kualitas bawang merah yang dihasilkan oleh para petani. Ia mengapresiasi inovasi kelompok tani yang mampu menghasilkan umbi bawang berukuran besar dan tampak sangat subur.
"Hasilnya sangat subur dan sangat besar-besar sekali, semoga bawang merah ini akan menjadi salah satu produk pertanian unggulan Kabupaten Boyolali." ujarnya saat ikut memanen langsung di lahan milik masyarakat setempat.
Inovasi Kelompok Tani
Kesuksesan panen raya di Desa Tarubatang menjadi landasan kuat bagi pengembangan sektor hortikultura Boyolali ke tingkat nasional. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kemandirian petani lokal terbukti mampu mendongkrak kesejahteraan di sektor pertanian.
- Produktivitas: 18 ton per hektar.
- Total luas lahan: 112 hektar (Selo dan Cepogo).
- Lokasi panen: Dukuh Gajihan, Desa Tarubatang.
- Mitra strategis: Dispertan Boyolali dan PD BPR BKK Boyolali.
Dinas Pertanian memberikan pendampingan intensif guna memastikan rantai pasok bawang merah tetap stabil. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi fluktuasi harga pasar sekaligus menjaga motivasi petani agar tetap produktif mengolah lahan setiap musimnya.
Melalui keberhasilan panen raya ini, Kabupaten Boyolali semakin memperkuat identitasnya sebagai daerah penyangga pangan di Jawa Tengah. Fokus selanjutnya meliputi penguatan pasca panen dan perluasan pemasaran ke wilayah perkotaan di luar Boyolali.(*)
-----
Temukan kami di Google - Informasi dan berita perkebunan tersedia secara lengkap di Google, disini: www.google.com/genkebun.com.
Penulis: Nuha Nur Rifa
Editor: Arsad Ddin

Social Footer